Sabtu, 25 Februari 2012

Dongeng Kuno "Khayalan" atau Realitas?

Sebagaimana telah dilihat sebelumnya, dalam kepurbakalaan terdapat hal-hal yang kalau menurut gagasan sekarang tak perlu ada. Tetapi kegiatan untuk mengumpulkannya sama sekali tidak turut habis bersama-sama dengan habisnya penemuan-penemuan yang telah terkumpulkan. Mengapa? Karena mitologi orang-orang Ekskimo-pun mengatakan bahwa bangsa pengembara pertama dibawa ke Utara oleh para “dewa” yang bersayap kuningan. Hikayat orang-orang Indian menyebut seekor burung guntur memperkenalkan api dan buah-buahan kepada mereka. Dongeng orang Mayan-Popol Nuh, menyatakan bahwa para “dewa” mampu mengenali segala macam hal alam semesta, keempat arah pokok dari kompas,dan bahkan bentuk bulat dari bumi.
.
Mengapa orang-orang Ekskimo berbicara tentang burung logam? Mengapa orang-orang Indian menyebut burung guntur? Bagaimana kiranya para nenek moyang orang Maya mengetahui bahwa bumi itu bulat ? Orang maya itu cerdas-cerdas dan mempunyai kebudayaan yang sudah maju.
.
Mereka bukan hanya meninggalkan kalender yang menakjubkan, melainkan juga teori-teori berhitung yang luar biasa. Mereka mengetahui hitungan tahun Venus yang berumur 584 hari dan memperkirakan tahun bumi berumur 365,2420 hari yang menurut perhitungan sebenarnya sekarang: 365,2422 hari. Semua itu mereka tinggalkan, untuk dapat dipergunakan selama 64.000.000. tahun. Tulisan-tulisan kuno berikutnya menyangkut satuan-satuan yang mungkin mendekati 400.000.000 tahun.

Rumus Venusi yang terkenal itu mungkin telah dihitung dengan otak elektronik. Bagaimanapun sukar untuk dipercaya bahwa rumus itu berasal dari orang pedalaman. Rumus Venus dari orang Maya itu jalannya sebagai berikut: Tahun Tzolkin mempunyai 260 hari, tahun bumi 365 hari, sedangkan tahun Venus 584 hari. Bilangan-bilangan ini menyembunyikan kemungkinan pembagian bilangan 365 dapat dibagi habiskan oleh 73 dan hasil baginya 5. Sedangkan 584 adalah 8 x 73.

Maka rumus yang luar biasa itu bentuknya sebagai berikut:

(bulan) 20 x 13 = 260 x 2 x 73 = 37.960
(matahari) 8 x 13 = 104 x 5 x 73 = 37.960
(venus) 5 x 13 = 65 x 8 x 73 = 37.960

Dengan perkataan lain semua siklus bertepatan kembali satu sama lain setelah 37.960 hari. Mitologi orang-orang Maya menyatakan bahwa pada saat itu para “dewa” akan sampai di tempat istirahat besar.

Dongeng-dongeng keagamaan dari orang pra-Inca mengatakan bahwa bintang-bintangpun mempunyai penghuni dan bahwa para “dewa” turun datang kepada mereka dari konstelasi Pleiades. Tulisan kuno di Sumeria, Assyria, Babilonia, dan Mesir terus-menerus menyajikan gambaran yang sama; yakni bahwa para dewa datang dari dan pulang ke bintang-bintang, mereka bepergian menjelajahi langit dengan kendaraan api atau kapal yang menyerupai senjata mengerikan; menjanjikan kekekalan kepada pria (manusia?).
.
Adalah wajar dan alamiah bagi orang-orang purbakala kalau mereka mencari Tuhan mereka di langit dan dalam melukiskan kebesaran Tuhan itu mereka mengkhayal secara bebas. Namun kalau semuanya itu kita terima dengan baik, masih saja ada hal-hal yang aneh; misalnya saja bagaimana penutur ceritera Mahabarata tahu bahwa ada senjata yang dapat digunakan untuk menimbulkan kekeringan di suatu negara musuh selama dua belas tahun? Dan cukup ampuh untuk membunuh bayi yang belum lahir ?

Dalam sanjak kepahlawanan India purbakala, Mahabarata ini lebih luas isinya daripada Injil. Inti aslinya, Mahabarata itu secara konservatif saja ditaksir sudah berumur 5.000 tahun. Mahabarata ini bermanfaat juga kalau dibaca dalam rangka ilmu
pengetahuan masa kini.
.
Kita tidak akan terlalu terkejut kalau kita membaca dalam Ramayana bahwa ada vimana, yakni pesawat terbang yang diterbangkan tinggi sekali dengan bantuan air raksa dan angin buritan yang kencang. Vimana itu dapat terbang jauh sekali dan dapat terbang maju ke atas dan ke bawah. Pendeknya suatu kendaraan ruang angkasa yang dapat digunakan dalam gerakan-gerakan atau manuver militer. Berikut ini sekelumit dari terjemahan Ramayana oleh N. Dult dalam tahun 1891:

“ Di bawah komando Rama, kereta perang yang hebat itu membumbung ke atas menuju gunung awan dengan guruh yang dahsyat, “

Tak dapat tidak, kita harus mencatat bahwa di sini bukan hanya ada di sebut benda terbang, melainkan juga disebut guruh yang dahsyat.
.
Berikut ini adalah sekelumit lagi dari Mahabarata:

“Bima terbang dengan vimana ini, yang memancarkan cahaya banyak sekali, menyilaukan seperti cahaya matahari dan membuat deru yang mengerikan seperti guntur dalam badai”.

Khayalan pun tentu harus mempunyai landasan titik tolak. Bagaimana penutur ceritera Mahabarata membuat lukisan tentang pesawat itu terbang di atas pancaran cahaya dan menyebabkan deru yang mengerikan kalau sebelumnya tidak pernah mempunyai bayangan tentang roket ?

Dalam Samsaptakabadha diadakan pembedaan antara kereta perang yang dapat terbang dan tidak. Jilid pertama dari Mahabarata mengungkapkan dengan mendalam sekali tentang riwayat gadis Kunti yang bukan hanya mendapat kunjungan dewa matahari, tetapi juga mendapat seorang putra dari padanya yang diduga sama cemerlangnya dan menyilaukan seperti matahari itu sendiri. Karena Kunti takut mendapat malu, bayi itu dimasukkannya ke dalam keranjang kecil dan meletakkannya dalam sungai. Adhirata seorang kenamaan, mengangkat keranjang berisi bavi itu dari sungai. kemudian memelihara dan membesarkan bayi itu.
.
Ceritera itu sebenarnya tak ada gunanya diceriterakan lagi andaikata tidak ada kesamaannya dengan ceritera tentang Nabi Musa. Yaitu karena ceritera ini merupakan satu hal lagi dimana manusia dihamili oleh dewa. Sama halnya dengan Gilgamesh, Arjuna, pahlawan Mahabarata juga mengadakan perjalanan jauh untuk menemui para dewa untuk minta senjata. Setelah melampaui berbagai bahaya akhirnya Arjuna berhasil menemui para dewa. Dewa Indera, raja di Khayangan berkenan menerima Arjuna dengan kebesaran luar biasa. Raja didampingi permaisuri Sachi. Arjuna yang gagah berani ini tidak diterima di tempat lain oleh Indera dan Sachi ini melainkan dalam kereta perang sorga. Bahkan Arjuna diajak mengendarainya bersama mereka di angkasa.
.
Beberapa data berupa angka dalam Mahabarata itu demikian telitinya sehingga orang menduga bahwa penulisnya menulis kisah itu dengan bahan-bahan dari tangan pertama. Uraiannya tentang senjata yang dapat membunuh setiap lawan yang memakai perisai terkuat dari logam, membuat bulu roma kita merinding. Lawan yang telah mengetahui efek dari senjata ini tepat pada waktunya, segera menanggalkan segala peralatan yang terbuat dari logam dari badannya lalu menceburkan diri ke dalam sungai dengan mencuci badannya serta membersihkan segala apa yang pernah menempel di badannya dengan cermat. Dan pantaslah jika penulis Mahabarata menerangkan bahwa senjata itu dapat menyebabkan rambut rontok dan kuku tanggal. Setiap mahluk hidup menjadi pucat dan lemah.

Dalam jilid ke delapan kita temui Indera dalam kereta perang sorganya lagi. Dari segenap umat manusia hanya Yudhistira yang dipilihnya sebagai satu-satunya yang boleh memasuki khayangan dalam tubuhnya yang fana itu. Di sini pun kesesuaian dengan ceritera tentang Nabi Nuh dan Nabi Elia tidak dapat kita lewati begitu saja.
.
Dalam buku itu juga dilaporkan bahwa Gurkha telah melepaskan sebuah proyektil dari dalam vimana diarahkan ke kota besar. Ini mungkin merupakan laporan pertama dari pelemparan bom hidrogen. Uraian itu mengingatkan kita kepada laporan pandangan mata tentang ledakan bom hidrogen di pulau Bikini; asap putih yang sangat panas mengepul membumbung ke atas bercahaya, dengan kekuatan seribu kali lebih menyilaukan dari sinar matahari, dan membuat kota menjadi debu. Ketika Gurkha mendapat lagi, kendaraannya menyerupai balok antimony yang berkilauan.
.
Demi kepentingan para filsuf perlu saya sebut di sini bahwa menurut Mahabarata, waktu adalah benih dari alam semesta.
.
Buku-buku Tantyua dan Kantyua dari Tibet juga menyebut-nyebut adanya pesawat terbang pra sejarah, yang mereka sebut “mutiara di angkasa”. Kedua buku itu menekankan dengan tegas bahwa pengetahuan tentang ini adalah rahasia, tidak boleh disiarkan dengan sembarangan. Dalam Sumarangana dan Sutradhara, beberapa bab penuh semata-mata disediakan untuk menguraikan kapal udara yang dari ekornya menyemburkan api dan air raksa.
.
Kata “api” dalam naskah-naskah kuno tidak berarti api yang menyala, karena di dalamnya terdapat empat puluh macam api yang berbeda-beda, yang terutama ada hubungannya dengan phenomena esoteric dan magnetis. Memang sukar untuk mempercayai laporan bahwa manusia purbakala mungkin telah mengetahui tentang kemungkinan bisa didapatnya energi dari logam-logam berat dan bagaimana cara mendapatkannya.
.
Tetapi kita tidak boleh memperkecil arti naskah sanskrit kuno menjadi ceritera isapan jempol belaka. Sebagian besar dari ceritera dalam naskah sanskrit itu, mengubah kecurigaan kita terhadap laporan bahwa manusia menjumpai “dewa” terbang suatu hal yang pasti telah terjadi.
.
Kita tidak akan melanjutkan cara pendekatan yang disesalkan masih melekat kepada para cendekiawan yang masih mengatakan: “Itu tidak ada, itu kesalahan terjemahan, itu fantasi yang dibesar-besarkan oleh pengarang atau pengutip “. Kita harus menggunakan hipotesa kerja yang dikembangkan dari ilmu teknologi zaman sekarang, untuk menerangi kegelapan yang menyembunyikan masa lampau kita. Seperti halnya dengan phenomena tentang kapal ruang angkasa yang dapat dijelaskan, demikian pula halnya dengan senjata-senjata yang mengerikan yang sering dilukiskan sebagai pernah digunakan sekurang-kurangnya satu kali oleh para dewa, terdapat penjelasan yang masuk akal.
.
Berdasarkan suatu bagian dari Mahabarata kita terpaksa membuat hipotesa sebagai berikut:

“Ketika itu hawa bagaikan dilepas dari kekangan matahari berputar. Dibakar oleh panas yang memijar dari senjata itu, dunia terhuyung-huyung dan menggigil ketakutan. Gajah-gajah terbakar oleh panas dan berlarian ke sana ke mari, kacau balau mencari perlindungan dari bencana yang mengerikan. Air mendidih, binatang-binatang pada mati, musuh disapu bersih dan arnukan api menyebabkan pohon-pohon terbakar lalu tumbang dalam deretan-deretan bagaikan dalam kebakaran hutan, gajah-gajah menjerit-jerit ketakutan kemudian roboh mati berserakan di atas daerah luas. Kuda-kuda dan kereta-kereta perang terbakar. Pemandangan waktu itu bagaikan aksi dari suatu kebakaran. Beribu-ribu kereta perang habis terbakar. Kemudian kesunyian merembet ke laut. Angin mulai bertiup dan bumipun segar dan cemerlang kembali, waktu itu merupakan pemandangan yang mengerikan. Bangkai orang-orang yang terbakar sudah tidak lagi berupa sosok-sosok tubuh manusia. Sebelumnya, tak pernah kita melihat atau mendengar tentang senjata yang begitu mengerikan”.

Ceritera itu selanjutnya menyebut bahwa orang-orang yang selamat; membersihkan badannya, perkakasnya, senjatanya dengan air, karena terhembus oleh tiupan nafas yang mematikan dari para “dewa”.
.
Nah, apa yang dikatakan dalam sanjak kepahlawanan Gilgamesh ? Apakah nafas beracun dari binatang buas sorga itu menghantamnya? Alberto Tulli dulu pengurus Museum Nafikan bagian sejarah Mesir. Pernah menemukan program dari naskah yang berasal dari zaman Thutmose III, yang pernah hidup kira-kira di tahun 1500 sebelum masehi. Dalam naskah itu disebut bahwa para penulisnya pernah melihat sebuah bola api turun dari sorga, bola itu baunya tak sedap, bagaikan bau setan. Thutmose dan prajurit-prajuritnya memperhatikan bola api itu sampai menghilang ke jurusan Selatan.
.
Semua naskah-naskah berasal dari jutaan tahun sebelum zaman kita ini. Para penulisnya bertempat tinggal di berbagai benua dan berasal dari peradaban serta penganut agama yang berlainan satu sama lain. Pada waktu itu tidak ada utusan utusan khusus untuk menyebarkan berita, sedangkan hubungan antar benua bukanlah kejadian sehari-hari. Sekalipun demikian, ceritera rakyat dari mulut ke mulut menceriterakan ceritera-ceritera yang hampir bersamaan satu sama lain yang berasal dari keempat penjuru dunia dan dari berbagai sumber.
.
Apakah mereka mempunyai bahan pemikiran yang sama? Apakah mereka dihantui oleh kejadian yang sama? Apakah tidak mungkin dan tidak masuk akal kalau para penutur dari: Mahabarata, Injil, sanjak kepahlawanan Gilgamesh, naskah Ekskimo, India, Amerika, Skandinavia, Tibet dan lain lain; menceriterakan ceritera yang sama? Yakni ceritera tentang “dewa-dewa” terbang? Tentang kereta perang dari sorga dan tentang malapetaka yang diakibatkannya? Apakah kesamaan itu hanya secara kebetulan saja dan tanpa dasar sama sekali?
.
Mereka tak mungkin mempunyai gagasan yang sama di seluruh dunia. Naskah-naskah yang hampir seragam itu hanya dapat bersumber dari sumber yang sama yakni kejadian-kejadian pra sejarah. Naskah-naskah itu ada hubungannya dengan apa yang dapat dilihat di masa itu. Sekalipun andaikata para penuturnya membesar-besarkan dan menambah-nambah serta memperhalusnya dengan fantasinya sendiri, seperti halnya dengan apa yang sering terjadi sekarang; namun inti kebenarannya tetap ada, sama seperti halnya dengan inti kebenaran dari berita-berita dalam koran zaman sekarang. Kejadian-kejadian itu tak mungkin dikarang begitu saja secara bersamaan dalam abad yang berbeda-beda.
.
Mari kita buat satu permisalan: Sebuah helikopter untuk pertama kalinya mendarat di sebuah padang semak di Afrika. Sebelumnya tidak seorang pun di antara para penduduk di sana yang pernah melihat pesawat semacam itu. Helikopter itu mendarat di atas tanah terbuka dengan suara yang menakutkan. pilotnya yang bertopi baja, berpakaian siap tempur, bersenjata api, melompat ke luar pesawat. Penduduk yang setengah biadab yang bercawat itu terpesona dan sama sekali tidak dapat memahami kehadiran benda yang aneh ini, yang datang dari sorga bersama “dewa”nya. Tak lama kemudian helikopter itu lepas landas lagi dan menghilang ke dalam awan. Setelah itu, si penduduk yang setengah beradab itu mulai memikirkan dan menafsirkan kejadian yang sekonyong-konyong itu. Ia akan menceriterakan kepada yang lain-lain, tentang apa yang pernah dilihatnya itu; mungkin sebagai burung raksasa, mungkin sebagai kendaraan dari sorga yang bersuara menderu dan menakutkan serta berbau busuk, yang ditumpangi makhluk makhluk berkulit putih dengan senjata yang dapat meludahkan api.
.
Kunjungan ajaib itu dijadikan suatu ceritera yang melembaga dan diwariskan turun-temurun sepanjang zaman. Dalam ceriteranya dari seorang ayah kepada anaknya, burung raksasa dari sorga itu jelas tidak akan menjadi lebih kecil, bahkan sebaliknya menjadi lebih besar, karena ceritera itu ditambah-tambah, dibesar-besarkan; demikian juga tentang makhluk yang keluar dari dalamnya. Dari ceritera ke ceritera menjadi tambah perkasa, tambah ajaib, tambah mengagumkan. Hiasan dan bumbu-bumbu ini akan terus bertambah dari ceritera ke ceritera. Tetapi dasar pikirannya ialah pendaratan helikopter yang benar-benar telah terjadi itu. Helikopter itu benar-benar telah mendarat di tanah terbuka dalam hutan, demikian juga pilotnya benar-benar telah keluar dari dalamnya. Sejak saat itu kejadian itu diabadikan menjadi mitologi dari suku bangsa yang telah melihatnya itu.
.
Ada hal-hal yang tak dapat kita buat-buat. Tidak akan terjadi pra-sejarah kita menjadi ceritera-ceritera tentang wisatawan-wisatawan angkasa dan pesawat terbang dari sorga, kalau kejadian-kejadian itu hanya terdapat dalam beberapa kalangan buku purbakala saja. Tetapi kalau kenyataaannya hampir semua naskah purbakala dari orang-orang primitif di seluruh dunia menceriterakan ceritera yang sama. Kita harus mencoba menjelaskan mulai dari sejarah yang obyektif yang tersembunyi di dalamnya.
.
“Putera manusia, engkau penghuni di tengah-tengah rumah pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat, mempunyai telinga untuk mendengar tetapi tidak mendengar...." (Ezekiel 12: 2).
.
Kita ketahui bahwa para dewa orang-orang Sumeria mempunyai partner di beberapa bintang. Diduga bahwa pernah ada patung Marduk Mars, dewa tertinggi dari segala dewa yang beratnya 800 talen emas murni. Kalau kita percaya akan Herodotus, patungnya seharga 48.000 pon emas lebih. Ninurta sirius, adalah hakim alam semesta yang menjatuhkan hukuman kepada semua manusia yang fana.
.
Ada beberapa tulisan khusus mengenai Mars, sirius dan pleiades. Masa dan sekali lagi hymne-hymne Sumeria menyebut-nyebut adanya senjata hebat, yang bentuk dan akibatnya sama sekali tak ada artinya bagi rakyat di masa itu. Suatu lukisan pujian terhadap dewa Mars mengatakan bahwa dewa itu telah menciptakan hujan api dan menyapu semua lawan-lawannya dengan kilatan-kilatan cahaya petir. Dewi Inanna dilukiskan, ketika ia sedang menjelajahi ruang angkasa telah menyapu bersih kubu-kubu lawannya dengan jalan memancarkan cahaya yang menyilaukan dan menakutkan.
.
Telah ditemukan pula gambar-gambar dan model-model rumah yang menyerupai bunker atom yang bagian-bagiannya hanya tinggal pasang saja; berbentuk bundar dan kuat dengan lubang yang berangka aneh. Pula dari zaman yang sama yakni 3000 tahun sebelum masehi, Para arkeologis telah menemukan suatu model dari rombongan kereta perang beserta pengendara-pengendaranya, dan juga beberapa olahragawan pegulat.
.
Semuanya dikerjakan dengan keahlian yang murni. Orang-orang Sumeria itu memang telah terbukti sangat mahir dalam seni praktis. Mengapa mereka membuat model dari bunker yang aneh itu, padahal penggalian-penggalian di Babilon atau Uruk menunjukkan hasil karya yang lebih halus?
.
Baru-baru ini telah ditemukan suatu perpustakaan Sumeria yang lengkap, terdiri dari kira-kira 60.000 lembaran sejarah dari tanah liat. Perpustakaan itu ditemukan di kota Nippur, 95 mil sebelah selatan dari Baghdad. Kita sekarang telah memiliki risalah tertua dari banjir besar itu. Risalah ini diukirkan pada lembaran sejarah terbuat dari tanah liat dan terdiri dari enam kolom. Pada lembaran sejarah itu disebut lima buah kota yang sangat tua: yakni, Eridu, Badtibira, Larek, Sitpar dan Shuruppak. Dua di antara kota-kota ini belum ditemukan. Pada lembaran sejarah ini yang tertua yang telah diterjemahkan “Nuh,” dari orang-orang Sumeria disebut Ziusudra. Ia diduga telah bertempat tinggal di Shuruppak dan diduga pula bahwa ia telah membuat kapal bahteranya di sana.
.
Dengan demikian kita sekarang telah memiliki uraian yang lebih tua tentang banjir besar itu, bahkan lebih tua dari sanjak Kepahlawanan Gilgamesh. Tiada seorangpun yang mengatakan apakah penemuan baru nanti akan menghasilkan risalah-risalah yang lebih tua dari itu. Manusia-manusia dari peradaban kuno itu bagaikan terus-menerus dihantui oleh pikiran tentang sifat-sifat kebakaan atau kelahiran manusia kembali. Pelayan dan budak secara sukarela berbaring di samping majikannya dalam pusaranya.
.
Dalam ruang pusara di Shub-At terdapat tidak kurang dari tujuh puluh tulang kerangka manusia terbaring berderet secara teratur sekali, tanpa tanda-tanda pernah adanya kekerasan sedikit pun. Para pelayan berpakaian jubah berwarna indah, duduk atau berbaring dengan sabar menanti kedatangan maut, yang pasti akan datang dengan cepat dan tanpa rasa sakit, mungkin dengan racun. Dengan penuh keyakinan mereka menginginkan kehidupan baru di luar kubur bersama-sama majikannya. Tetapi siapakah yang menanamkan gagasan tentang kelahiran kembali ini ke dalam benak orang penyembah berhala ini?
.
Kuil di Mesir juga membingungkan. Naskah naskah purbakala dari rakyat di lembah sungai Nil, berceritera tentang makhluk makhluk hebat yang menjelajahi cakrawala dengan kapal. Suatu naskah sejarah kuno tentang dewa matahari berbunyi:

“Engkau kawin di bawah bintang-bintang dan bulan, engkau menghela kapal dari Aten di sorga dan di bumi bagaikan bintang-bintang yang berputar tak jemu-jemunya, dan bagaikan bintang di Kutub Utara yang tak pernah terbenam”.

Suatu prasasti pada suatu piramida berbunyi:

“Engkau adalah yang mengarahkan kapal matahari selama jutaan tahun”.
.
Sekalipun misalnya orang-orang Mesir kuno itu adalah akhli-akhli matematika yang telah maju, masih tetap janggal kedengarannya kalau mereka berbicara tentang jutaan tahun yang dihubungkan dengan bintang-bintang dan kapal dari sorga.

Apakah yang dikatakan oleh Mahabarata ?

“Waktu adalah benih dari Alam Semesta”.

Di Memphiss, dewa Ptah mengajukan kepada raja dua mode cara merayakan ulang tahun tahta kerajaan dan memerintahkan kepada raja supaya merayakan ulang tahun itu enam kali dalam seratus ribu tahun. Ketika dewa Ptah datang untuk menyerahkan model itu, ia datang mengendarai kereta perang dari sorga yang gemerlapan dan kemudian menghilang ke dalam cakrawala bersama kendaraannya.

Gambar-gambar tentang matahari bersayap dan burung elang untuk berburu, yang membawa simbol-simbol keabadian dan kehidupan abadi, sekarang masih terdapat pada pintu-pintu dan kuil kuil di Idfu. Di dunia ini di manapun tak terdapat tempat yang banyak sekali memiliki garnbaran-gambaran dewa bersayap ini selain di Mesir. Setiap wisatawan mengetahui Pulau Elephantine dengan Nilometernya yang terkenal itu di Aswan. Pulau itu disebut pulau Elephantine, karena kelihatannya seperti gajah. Dalam naskah-naskah tertuapun pulau itu sudah disebut demikian. Naskah itu tepat, karena pulau itu memang benar menyerupai gajah. Tetapi dari mana orang Mesir purbakala itu tahu. Bentuk gajah itu hanya akan dapat jelas dilihat dari kapal udara yang terbang tinggi sekali, karena di dekat pulau itu tidak terdapat gunung yang memungkinkan untuk melihat dari atasnya sehingga orang dapat membandingkan bentuk pulau itu dengan bentuk gajah.
.
Suatu prasasti pada suatu bangunan di Idfu mengatakan bahwa bangunan itu berasal dari zaman gaib. Rancangan dasarnya dibuat oleh IsnHotep, makhluk yang didewakan. IsnHotep ini adalah seorang yang misterius dan sangat pandai, boleh dikatakan Einstein di zaman itu. Ia adalah sekaligus pendeta, penulis, tabib, arsitek dan filsuf.
.
Menurut para arkeologis, di zaman IsnHotep satu-satunya jenis perkakas yang digunakan rakyat ialah potongan-potongan dari tembaga yang sama sekali tidak mungkin dapat dipakai untuk memotong dan mengukir balok granit. Namun demikian IsnHotep telah mendirikan sebuah piramida bertangga bagi rajanya di Sakkara yang disebut Zoser. Bangunan yang tingginya 197 kaki ini telah dibangun dengan arsitektur yang begitu tinggi sehingga para arsitek Mesir dari zaman berikutnya tak dapat menyamainya. Konstruksi ini dikelilingi oleh tembok setinggi 33 kaki dan sepanjang 1.750 kaki, dan disebut Rumah Bake. Yang dibuat oleh InsHotep. Ia sendiri minta dimakamkan dalam bangunan ini, dengan harapan agar dibangunkan oleh para dewa bila mereka datang kembali.
.
Kita ketahui bahwa semua piramida dibangun pada letak yang disesuaikan dengan posisi bintang tertentu. Apakah hal ini tidak memalukan, jika diingat bahwa kita tidak pernah banyak menemukan bukti-bukti tentang kemajuan astronot di Mesir?
.
Sirius adalah satu di antara beberapa bintang yang menjadi perhatian mereka. Tetapi perhatian yang bersahaja inipun agak aneh, karena dilihat dari Memphis, bintang sirius ini hanya dapat diamati pada dini hari. Pada saat itu sirius tepat berada di atas ufuk di mana sungai Nil mulai pasang. Yang lebih membingungkan lagi ialah di Mesir terdapat kalender dari 4221 tahun sebelum tarikh kita. Kalender ini didasarkan kepada terbitnya bintang sirius itu (tanggal satu Taut = tanggal 19 Juli) dan memberikan perputaran tahun, lebih dari 32.000 tahun.
.
Diakui bahwa para astronom kuno dari tahun ke tahun mempunyai banyak waktu untuk mengamati matahari, bulan, bintang-bintang, sampai akhirnya mereka menentukan bahwa bintang-bintang itu kembali ke tempat semula setelah kurang lebih 365 hari. Tetapi memang agak menggelikan kalo mendasarkan kalender pada bintang sirius, kalau mendasarkannya pada matahari dan bulan memang lebih mudah, dan dapat memberikan hasil hasil yang lebih tepat.
.
Mungkin kalender sirius ini adalah suatu sistem tambahan, suatu teori kemungkinan karena kalender itu tak pernah dapat dipakai untuk meramalkan terbitnya bintang itu sendiri. Jadi kalau bintang sirius muncul di atas ufuk pada fajar menyingsing dan bertepatan dengan mulainya pasang sungai Nil, itu semata-mata kebetulan belaka. Sungai Nil tidak pasang setiap tahun dan tidak pernah pada hari yang sama. Lalu apa dan untuk apa kalender sirius ? Apakah mengenai hal ini terdapat pula risalahnya ? Apakah ada naskah atau suatu janji yang disembunyikan dengan sangat hati-hati oleh kependitaan?.
.
Kuburan dimana terdapat kalung dan tulang, kerangka binatang, yang sama sekali tidak dikenal, barangkali milik raja Udimu. Dari mana asalnya binatang itu?
.
Bagaimana kita dapat menjelaskan fakta bahwa orang-orang Mesir telah menggunakan bilangan desimal berbaris sepuluh sejak awal dinasti pertama? Bagaimana munculnya peradaban yang begitu tinggi di zaman sedini itu? Dimanakah di dunia ini muncul zaman tembaga dan zaman perunggu sedini seperti munculnya zaman itu di awal peradaban Mesir ? Siapakah yang memberikan pengetahuan pada mereka tentang matematika dan bacaan-bacaan yang telah siap untuk dipelajari?.
.
Sebelum membicarakan bangunan monumen yang menimbulkan banyak pertanyaan, mari kita mengarahkan pandangan dulu sepintas lalu kepada naskah lama.
.
Dari manakah para pembawa ceritera Seribu Satu Malam mendapatkan gagasan yang mengagetkan itu? Bagaimana orang dapat mengarang ceritera tentang lampu ajaib itu ? Khayalan apakah yang memberanikan diri penulis untuk mengarang Ali Baba dan empatpuluh pencuri dengan ceritera kata-kata sandinya: “Sesam bukalah!”.
.
Sekarang, semua itu memang mengherankan lagi bagi kita, karena dengan memutar saklar pesawat televisi, di layarnya segera muncul gambar-gambar yang dapat berbicara. Dan karena sekarang sudah banyak toserba besar-besar yang pintunya dapat terbuka sendiri dengan menggunakan photocel, maka perkataan “Sesam bukalah!” sudah bukan lagi suatu misteri.
.
Namun demikian daya khayal para penutur ceritera zaman dahulu kala itu begitu luar biasa, sehingga kalau dibandingkan, buku-buku tentang khayalan ilmiah karangan para penulis kontemporer hanyalah merupakan buah pikiran yang dangkal belaka. Jika demikian halnya, para penutur ceritera purbakala itu pasti telah melihat,mengalami, dan mengetahui banyak hal yang dapat mendasari khayalan mereka.
.
Dalam dunia dongengan dan yang menyerupai hikayat dari kebudayaan yang serba abstrak, yang tidak dapat memberikan pegangan kita seolah-olah berdiri di atas landasan yang goyah, sehingga segala sesuatu itu tambah membingungkan. Sebenarnya ceritera-ceritera rakyat di Polandia dan Norwegia kuno pun ada menyebut-nyebut “dewa” yang bergerak di udara.
.
Dewi Frigg mempunyai pembantu perempuan bernama Gna. Dewi itu mengutus pembantunya ke segala penjuru dunia, dengan mengendarai kuda yang dapat terbang di atas daratan dan lautan. Kuda itu dinamai”Pelempar Kuku-kuda”. Pada suatu hari, demikian tutur hikayat itu, Gna bertemu dengan makhluk-makhluk aneh di udara. Dalam Alwislied bumi, matahari, bulan dan alam semesta, diberi nama yang berbeda-beda; tergantung kepada yang melihatnya, apakah manusia, “para-dewa” raksasa, atau manusia kerdil. Bagaimana orang bumi ini di masa silam yang samar-samar itu sampai kepada persepsi yang berbeda-beda tentang sesuatu yang sama ketika cakrawala sangat terbatas?.
.
Sekalipun sarjana Snarri Sturlison sampai tahun 1200 setelah Masehi tidak menuliskan dongeng hikayat dan nyanyian Nordic, dan Jerman kuno, namun semua itu diketahui telah berumur ribuan tahun.Dalam tulisan-tulisan ini, simbol dunia sering digambarkan sebagai piringan atau bola, cukup menarik bukan? Sedangkan Thor sebagai pimpinan para dewa, selalu digambarkan membawa palu perusak. Herbert Kuhn menyokong pendapat bahwa kata “palu” yang berarti “batu” berasal dari zaman batu, dan baru diteruskan ke zaman perunggu dan besi. Oleh karena itu Thor dengan simbol palunya pasti sudah sangat tua dan mungkin berasal dari zaman batu. Selain dari itu kata “Thor” dalam dongeng-dongeng India dalam sangkrit, disebut “Tanayitnu”, yang kurang lebih berarti “Guntur”
.
Thor kaum Nordic, yakni dewanya para dewa; adalah raja dari Wannen dalam bahasa Jerman, yang membuat langit tidak aman.
.
Dalam memperdebatkan aspek-aspek baru yang dikemukakan disini untuk menyelidiki masa silam, keberatannya ialah bahwa tidaklah mungkin mengumpulkan segala sesuatu dari tradisi-tradisi purbakala yang dapat memberi petunjuk tentang peristiwa-peristiwa khayangan dan menjadikannya sebagai bukti dari adanya wisata ruang angkasa di zaman purbakala. Tetapi yang kita lakukan bukanlah itu. Kita hanya menunjukkan bagian-bagian dari naskah-naskah Purbakala yang tidak mendapat tempat dalam hipotesa kerja yang dipergunakan sampai sekarang. Ini hanya sekedar membuat lubang pada tempat-tempat yang diakui sulit, di mana para penulis, para penterjemah, para penyadur, tidak mempunyai bayangan tentang pengetahuan-pengetahuan dan produk-produknya. Kita juga bersedia untuk menganggap terjemahan-terjemahan itu salah dan saduran-sadurannya kurang cermat, kalau tradisi-tradisi yang palsu dan telah ditambah-tambah itu secara keseluruhan tidak diterima setelah tradisi itu dapat dimasukkan ke dalam rangka sesuatu agama atau hal lainnya.
.
Tidaklah baik bagi seorang penyelidik ilmiah untuk mengingkari sesuatu yang bertentangan dengan hipotesa kerjanya, dan hanya menerimanya kalau sesuatu itu mendukung teorinya. Bayangkanlah bentuk dari teori itu dari kekuatan yang dicapainya, jika terjemahan-terjemahan baru yang dibuat dengan “pandangan ke ruang angkasa” itu benar-benar ada! Untuk memperkokoh rangkaian thesis ini, dapat dikemukakan di sini bahwa dekat Laut Mati telah ditemukan fragmen-fragmen dari naskah-naskah pewahyuan dan peribadatan.
.
Dalam kitab-kitab apokripa tentang Abraham dan Musa, sekali lagi kita mendengar tentang kereta perang sorga dengan roda-rodanya yang memantulkan api, sedangkan dalam buku tentang Henokh di Etiopia dan di Slavia, hal itu tidak terdapat. Dalam buku tersebut diungkapkan:

“Di belakang makhluk itu saya melihat sebuah kereta perang yang mempunyai roda-roda dari api dan setiap roda di sekelilingnya penuh dengan mata, dan pada roda-roda itu ada sebuah mahkota yang tertutup dengan api yang ke luar dari sekelilingnya”
.
Menurut penjelasan dari Gershom Scholem, simbolisme mahkota dan kereta perang dari mistik-mistik Yahudi pada garis besarnya sesuai dengan simbolisme mistik-mistik Helenistis dan mistik Kristen terdahulu, manakala mistik-mistik ini berbicara tentang lautan cahaya yang disebut “pleroma”
.
Penjelasan itu patut dihargai, tetapi apakah dapat diterima sebagai telah dibuktikan secara ilmiah ? Bolehkah kita bertanya, bagaimana halnya kalau ada beberapa orang yang benar-benar telah melihat kereta perang yang menyala-nyala, yang berulang-ulang dilukiskan itu? Suatu prasasti rahasia amat sering dipergunakan dalam surat-surat Qumran.
.
Di antara dokumen-dokumen dalam gua keempat, bermacam-macam tanda dan huruf terdapat silih berganti dalam suatu karya astrologi yang sama. Suatu pengamatan astronomi diberi judul “Kata-kata dari seseorang yang bijaksana yang ditujukannya kepada segenap putra dari fajar”.
.
Apakah tidak mungkin bahwa kereta perang yang dilukiskan dalam naskah-naskah purbakala itu benar-benar pernah ada? Sudah tentu boleh sekali untuk menentukan bahwa kereta perang tak mungkin pernah ada di zaman purbakala. Tetapi jawaban demikian sama sekali tidak ada harganya kalau datangnya dari orang yang saya coba untuk mencari pilihan lain dengan pertanyaan-pertanyaan saya ltu.
.
Pernah para sarjana terkemuka mengatakan, bahwa tak mungkin ada batu meteor jatuh dari langit, karena di sana tidak ada batu. Bahkan para akhli matematika abad kesembilan belas pun pernah berkesimpulan bahwa kereta rel tak mungkin dapat berjalan dengan kecepatan lebih dari 21 mil per jam karena dengan kecepatan demikian, udara dalam kereta akan habis tertekan ke luar, sehingga para penumpangnya akan mati lemas. Kurang dari seratus tahun yang lalu, telah “dibuktikan” bahwa benda yang lebih berat dari udara tak mungkin dapat terbang.
.
Suatu ulasan dalam suatu surat kabar terkemuka menggolongkan buku “Kita Tidak Sendirian” karangan Walter Sullivan, ke dalam buku-buku khayalan ilmiah dan selanjutnya mengatakan bahwa kapanpun tidak mungkin orang dapat mencapai bintang epsilon eridani atau Tauceti; bahkan efek dari pergeseran waktu atau rintangan pembekuan pada astronaut karena dingin, pun tak akan dapat diatasi dalam jarak yang tak masuk akal jauhnya itu.
.
Ada baiknya juga bahwa di masa silam selalu terdapat pengkhayal-pengkhayal yang berani, yang melupakan kritik-kritik kontemporer. Tanpa adanya mereka barangkali sekarang tak akan pernah ada jaringan rel dengan kereta berkecepatan 124 mil lebih per jam.
.
Tanpa adanya mereka, sekarang tak akan pernah ada pesawat udara jet, sebab pesawat itu tak akan dapat terbang (karena lebih berat dari udara). Dan tak akan pernah ada roket ke bulan (manusia tak dapat meninggalkan bumi). Masih banyak lagi hal-hal yang tak mungkin, kecuali bagi para pengkhayal.
.
Sejumlah sarjana ada yang senang berpegang teguh pada apa yang disebut kenyataan. Dengan cara demikian mereka lupa bahwa apa yang sekarang menjadi kenyataan mungkin kemarin masih merupakan impian dari seorang pengkhayal. Banyak sekali penemuan yang membuka zaman baru; yang zaman sekarang kita anggap kenyataan, sebenarnya hanya karena kebetulan saja, bukan karena hasil penyelidikan yang mantap dan sistematis. Sebagian di antaranya adalah berkat adanya para “Pengkhayal yang serius” yang telah berhasil mengatasi segala prasangka penghambat terhadap spekulasi-spekulasi mereka yang berani itu.

Sebagai contoh, karena Heinrich Schliemann menganggap “Odyssey” karangan Homer tidak hanya sebagai cerita dan dongeng belaka, melainkan lebih dari itu, ia berhasil menemukan Troy suatu kota di Asia Kecil kurang lebih pada tahun 1200 sebelum masehi.
.
Pengetahuan kita tentang masa lampau masih terlalu sedikit untuk digunakan dalam menilai masa silam itu sendiri. Penemuan-penemuan baru dapat memecahkan misteri-misteri yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bacaan tentang keterangan-keterangan mengenai purbakala, dapat menjungkir-balikkan dunia realitas.
.
Secara sambil lalu, nyata bagi kita bahwa sebenarnya dari buku-buku kuno lebih banyak yang musnah dari pada terpelihara. Menurut dugaan bahwa di Amerika Selatan pernah ada sebuah buku yang berisi segala kearifan purba kala; diduga bahwa buku itu dimusnahkan oleh Penguasa suku Inca Keenampuluh tiga Panchacuti IV.
.
Di Alexandria pernah terdapat perpustakaan milik Ptolemy Soter terdiri dari 500.000 buku, berisi adat istiadat umat manusia; perpustakaan ini sebagian dimusnahkan oleh orang-orang Romawi dan sisanya dibakar habis atas perintah Khalifah Umar bin Khottob, beberapa ratus tahun kemudian.
.
Bagaimana jadinya perpustakaan kuil di Darussalam? Bagaimana jadinya perpustakaan Pergaman yang diduga berisi 200.000 judul itu ? Kekayaan ilmu pengetahuan dan rahasia-rahasia apakah yang turut hilang bersama buku-buku tentang astronomi, filosofi dan sejarah yang dimusnahkan dalam tahun 214 sebelum masehi, atas perintah Kaisar Chi Huang dari Cina ? Berapa banyak naskah yang dimusnahkan sebagai akibat dari perpindahan agama dari Paulus di Ephesus ? Bahkan kita tidak dapat membayangkan berapa banyak kekayaan kepustakaan, tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang telah musnah sebagai akibat dari fanatisme agama. Berapa ribu tulisan-tulisan yang tak dapat diperoleh kembali, yang telah dibakar musnah oleh para rahib misionaris dan para utusan keagamaan di Amerika Selatan, dalam semangat kegamaan mereka yang membuta?
.
Semua itu telah terjadi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Apakah umat manusia telah mendapat pelajaran dari kejadian-kejadian itu?
.
Hanya setengah abad yang lalu, Hitler membakar musnah banyak sekali buku; dan tahun 1966 hal semacam itu terjadi lagi di Cina ketika Mao Che Tung melancarkan revolusi kebudayaan atau revolusi taman kanak-kanak. Untunglah, sekarang buku-buku dicetak tidak hanya satu buah seperti dahulu kala.
.
Naskah-naskah dan fragmen yang masih ada, dapat mengalihkan pengetahuan dari masa silam. Hampir sepanjang masa para arif bijaksanawan dari sesuatu bangsa mengetahui, bahwa masa depan itu selalu membawa perang dan revolusi pertumpahan darah serta kobaran api. Apakah hal ini menyebabkan para arif bijaksanawan menyelamatkan rahasia dan tradisi dari pemusnahan oleh massa orang banyak dengan menyimpannya dalam bangunan-bangunan yang aman? Apakah mereka telah “menyembunyikan” informasi atau istilah dalam piramida-piramida, kuil-kuil, dan patung-patung atau mewariskannya dalam bentuk huruf atau tulisan, sehingga dapat bertahan terhadap keganasan waktu? Sudah tentu harus kita uji gagasan ini demi masa depan kita, karena gagasan-gagasan yang sezaman dengan kita, telah berbuat demikian juga.
.
Dalam tahun 1965 orang-orang Amerika di New York mengubur dua kapsul waktu dalam tanah sedemikian rupa, sehingga dapat tahan terhadap kemungkinan-kemungkinan bencana alam selama 5000 tahun. Kapsul waktu ini berisi berita yang ingin kita sampaikan kepada anak cucu keturunan kita, sehingga pada suatu hari kelak, mereka yang ingin memerangi kegelapan yang meliputi masa silam dari nenek moyang mereka, akan dapat mengetahui cara bagaimana kita hidup sekarang.
.
Kapsul-kapsul ini dibuat dari logam yang lebih keras dari pada baja; ini akan tahan terhadap ledakan atom. Selain dari berita sehari-hari, kapsul-kapsul ini, pula berisi potret tentang kota-kota, kapal-kapal, mobil-mobil, pesawat udara, dan roket; terdapat pula di dalamnya, contoh-contoh logam dan plastik, tekstil, benang dan pakaian; juga mewariskan benda-benda dari kehidupan sehari-hari seperti; uang logam, perkakas kecil, alat-alat kecantikan; buku-buku tentang; matematika, obat-obatan, pengetahuan alam dalam bentuk microfilm. Untuk melengkapinya demi kepentingan ras yang akan datang yang belum kita ketahui siapa, kapsul-kapsul ini diisi pula dengan “kunci”, yakni suatu buku petunjuk tentang cara bagaimana menterjemahkan segala tulisan yang terdapat di dalamnya ke dalam bahasa yang akan datang. Cara penerusan informasi kepada keturunan kita dalam bentuk kapsul ini adalah gagasan dari sekelompok insinyur dari perusahaan Westinghouse Electric. Sedangkan sistem penterjemahannya ke dalam bahasa generasi-generasi mendatang yang tidak diketahui, adalah ciptaan John Harrington.
.
Sinting? Pengkhayal? Saya sendiri berpendapat bahwa pelaksanaan proyek ini adalah menguntungkan dan meyakinkan. Sungguh menyenangkan, mengetahui bahwa sekarang terdapat orang orang yang berpikir jauh 5.000 tahun ke depan!
.
Para arkeologis masa mendatang yang dekat sekalipun tidak akan mendapatkan segala sesuatu yang bertalian dengan masa silam mereka semudah kita sekarang, karena setelah kabakaran akibat dari ledakan-ledakan atom; tak ada suatu perpustakaan pun di dunia ini yang akan berguna lagi dan segala yang telah kita capai dan menjadi kebanggaan kita, tak akan bernilai sepeserpun karena semuanya telah lenyap, telah hancur luluh, telah diatomisasikan. Untuk membenarkan gagasan orang-orang Arnerika di New York itu, tidak diperlukan suatu kebakaran akibat ledakan atom yang memorakporandakan dunia. Pergeseran sumbu bumi beberapa derajat saja, akan menyebabkan banjir besar yang tak tertahankan dan belum pernah terjadi sebelumnya, akan memusnahkan setiap kota yang ada.
.
Adakah orang yang begitu sombong menuduh bahwa para arif bijaksanawan dahulu kala tidak memikirkan suatu tindakan seperti yang telah dilakukan oleh penduduk New York itu?
.
Tak dapat diragukan lagi bahwa para akhli strategi perang bom Atom atau bom Hidrogen tidak akan membidikkan senjata-senjata mereka ke perkampungan rakyat Zulu atau rakyat Eskimo yang tidak berbahaya itu. Mereka akan menggunakan senjatanya untuk menghantam pusat-pusat kebudayaan. Dengan perkataan lain kekacauan akibat radioaktif akan menimpa rakyat yang paling maju kebudayaannya. Orang-orang primitif dan setengah beradab yang jauh dari pusat kebudayaan akan disisakan dari pemusnahan. Mereka ini tak akan mampu meneruskan kebudayaan kita atau sekalipun hanya memberikan risalahnya, karena mereka tidak ikut serta dalam kebudayaan itu. Bahkan para cendikiawan dan para pengkhayal yang mencoba memelihara perpustakaan di bawah tanah tak akan mampu berbuat banyak bagi masa mendatang.
.
Perpustakaan-perpustakaan akan musnah, dan rakyat primitif yang selamat tidak akan mengetahui banyak tentang perpustakaan rahasia yang tersembunyi ini.
.
Daerah-daerah luas akan menjadi padang kering dan panas, karena radioaktif yang berjalan ratusan tahun menyebabkan tiada sebatang tumbuhanpun yang dapat tumbuh di atasnya. Orang-orang yang selamat barangkali akan mengungsi dan selama 2000 tahun tak akan ada yang menghuni kota-kota yang dihancurkan itu. Kekuatan alam akan menelan perjalanannya melalui reruntuhan-reruntuhan; besi dan baja akan berkarat dan remuk menjadi debu. Dan segala sesuatu akan mulai dari permulaan! Manusia dapat menjalani petualangan untuk kedua kalinya atau ketiga kalinya. Barangkali lagi ia akan membutuhkan waktu sekian lamanya untuk menjadi makhluk beradab, sehingga rahasia-rahasia tentang tradisi dan naskah-naskah lama tertutup baginya. Lima ribu tahun kemudian setelah malapetaka, para arkeologis dapat menyatakan bahwa manusia abad kedua puluh belum mengenal besi. Ini dapat dimengerti karena mereka tidak akan menemukannya sepotongpun, bagaimanapun cara mereka mencari dan menggali.
.
Sepanjang perbatasan Rusia, mereka akan menemukan perangkap tank yang bermilmil panjangnya, yang terbuat dari beton. Mereka mungkin akan menerangkan bahwa penemuan itu tak ayal lagi, menunjukkan garis-garis astronomi. Kalau mereka menemukan tape atau cassette recorder lengkap dengan pitanya, mungkin mereka tidak akan mengetahui apa yang harus diperbuat dengan benda-benda itu. Bahkan mereka tidak akan dapat membedakan tape yang sudah disetel dari yang belum. Padahal barangkali tape itu mengandung pemecahan banyak persoalan. Naskah-naskah mengenai kota-kota raksasa dengan gedung-gedungnya yang menjulang tinggi mungkin tak akan dihiraukan karena kota-kota semacam itu dianggap tak mungkin pernah ada. Para sarjananya mungkin akan menganggap terowongan jalan kereta di bawah tanah di London sebagai barang aneh yang ada hubungannya dengan geometri, atau suatu sistem pengeringan tanah yang telah dirancang dengan matang.
.
Mereka mungkin terus sampai kepada risalah-risalah tentang manusia terbang dari satu benua ke benua lainnya dengan burung-burung raksasa, yang disebut sebagai kapal-kapal yang menyemburkan api dan dapat menghilang masuk ke dalam awan. Itupun akan dianggap sebagai dongengan belaka, karena burung raksasa semacam itu tak mungkin pernah ada. Semua itu akan menjadi lebih sulit bagi para penterjemah dalam tahun 7000.
.
Kenyataan tentang perang dunia dalam abad keduapuluh, yang mungkin dapat mereka ketahui dari kutipan naskah, oleh mereka akan dianggap tak masuk akal. Tetapi kalau mereka mendapatkan naskah-naskah pidato Marx dan Lenin, mereka akhirnya akan mampu mengangkat dua orang pendeta agung pada abad yang tak dimengerti ini sebagai pusat keagamaan abad itu. Untunglah!
.
Orang mungkin akan dapat menerangkan banyak, asal saja petunjuk untuk itu ada dan cukup pada mereka. Lima ribu tahun bukan merupakan waktu sedikit. Kalau ada suatu balok kayu yang dihiasi dapat bertahan 5000 tahun, itu semata-mata perubahan alam yang luar biasa. Sedangkan balok besi yang paling tebalpun tak akan tahan sekian lama.
.
Di halaman sebuah kuil di Delhi, sebagaimana telah saya sebut terdapat suatu pilar terbuat dari bagian-bagian besi yang dilas. Pilar ini telah berdiri selama 4000 tahun, terbuka bagi segala pengaruh cuaca, namun samasekali tidak ada tanda-tanda berkarat. Selain itu, pilar itu tidak terpengaruh oleh belerang dan phospor. Disini kita berurusan dengan suatu jenis logam campuran yang hingga sekarang sama sekali asing bagi kita. Pilar itu barangkali dibuat oleh sekelompok insinyur yang berpandangan jauh ke muka dan tidak mempunyai cukup bahan untuk membuat bangunan raksasa, tetapi ingin mewariskan kebudayaan mereka kepada keturunannya; yaitu melalui monumen yang tak dapat dimakan oleh usia itu.
.
Adalah suatu hal yang memalukan, dimana walau dengan teknik paling mutakhir masa sekarang ini pun bangunan dari kebudayaan masa silam yang telah maju itu tak dapat kita jiplak.
.
Tumpukan-tumpukan batu itu masih tetap ada di sana, tak dapat disingkirkan. Karena apa yang seharusnya tidak perlu ada, tentu tidak dapat ada. Orang sedang mencari penjelasan yang “rasional”. Mari kita lepas kain penutup mata kita dan turut mencari penjelasan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar