Senin, 30 Juli 2012

PERAWATAN RINGAN & RUTIN PADA VESPA


Pada umumnya sebagian banyak orang berpendapat bahwasannya Vespa terkenal dengan mogoknya. Tapi mogoknya Vespa masih mending dibanding dengan motor lainnya karena masih tetap ada brotherhood yang ikhlas untuk menolong, itu yang patut diacungi jempol. Mereka tidak pandang bulu, aliran, tua, muda yang penting Vespa.
Untuk itu dan menjadi kewajiban untuk mengatasi agar Vespa yang kita bawa lancar & tidak ada masalah alangkah baiknya merawat kendaraan yang kita cintai ini. Baik tool dan sparepart yang consumable (yang sering diganti). Tools untuk dibawa hanya yang diperlukan saja,begitu juga spare part consumable.
Beberapa hal mengenai perawatan Vespa secara rutin sangatlah di perlukan untuk menjaga kesetabilan dan kesempurnaan dari kendaraan yang kita pergunakan sehari hari. Adapun perawatan ringan itu meliputi :

1. Perawatan Pada Bagian Ruang Bakar
Kerak hasil pembakaran yang menempel pada kepala piston, kepala Silinder secara periodik haruslah dilakukan pembersihan (tidak terlalu sering) disesuaikan dengan jangka waktu tempuh atau lamanya pemakaian. Kerak yang menempel pada bagian ini dapat mengurangi kesempurnaan dari mesin itu sendiri seperti susah di starter, busi cepat kotor dll.

2. Busi
Fungsi dari busi adalah menahasilkan bunga api diantara celah kedua elektroda busi. Beberapa factor yang menyebabkan bunga api lemah / berwarna merah atau tidak terjadi loncatan bunga api bisa disebabkan busi kotor akibat kerak hasil pembakaran atau bagian system pengapian pada motor lemah.
Bisa di lihat pada pembahasan KONDISI BUSI & PERAWATAN

3. Karburator
Pada mesin Konvensional karburator memegang peranan penting. Fungsi karburator adalah untuk menghasilkan campuran bensin dan udara hingga berupa kabut, dengan maksud agar bahan bakar mudah dinyalakan oleh busi. Perbandingan campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan keperluan pada berbagai keadaan kerja mesin.
Bersihkan saringan udara pada karburator dengan menggunakan minyak tanah / bensin dan semprot dengan kompresor untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada saringan udara. Saringan udara yang kotor akan menghambat aliran udara yang berpengaruh kepada pemakaian bahan bakar menjadi boros.
Komponen-komponen utama karburator perlu diperhatikan, saluran-saluran bensin dan saluran udara harus bersih dari kotoran sekecil apapun. Cucilah bagian-bagian karburator dengan menggunakan bensin dan tiup saluran-saluran bensin dan udara. Jangan sekali-kali membersihkan lubang jet dengan kawat atau alat lain yang akan merusak.
Pemasangan karburator harus diperhatikan kekencangan dari baut karena akan mengakibatkan kebocoran bensin, terutama pada tutup pelampung.

4. Membersihkan Keran Bensin
Perlu diperhatikan saat membuka tangki bensin, karena ada type yang mempunyai sistem pencampuran oli secara otomatis, maka terdapat 2 tangki yaitu tangki bensin dan tangki oli. Gunakan kunci kran bensin dan lepaskan bagian-bagian keran bensin.

Cuci dan bersihkan tangki dengan bensin agar kotoran terbuang, untuk saluran keran bensin rendam dengan bensin dan bersihkan.

Apabila anda seorang vespamania tentulah sering melakukan perawatan ringan ini secara rutin
Semoga bermanfaat
Sumber : http://www.vespamaker.co.cc/2012/07/perawatan-ringan-rutin-pada-vespa.html

MEMBUAT LAMPU VESPA JADI TERANG (2)

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menambah fungsi dan penampilan pada semok tanpa merubah bentuk aslinya, sehingga kita bisa mendapatkan kepuasan sendiri.

Salah satunya pada Semok Gue yang satu ini, ada beberapa tambahan untuk memaksimalkan kinerja electrical antara lain :







  1. Pasang Battery (buat lampu dan klakson)
  2. Capasitor Bank (biar Battery tidak tekor)
  3. Pasang Relay (untuk mengontrol arus beban lebih)
Adapun perlatan dan bahan yang diperlukan untuk implementasi tersebut sebagai berikut :

Peralatan :
  1. Tool set
  2. Solder
  3. AVO Meter


Bahan :
  1. Battery
  2. Capacitor 33.000 mf (micro farad) 2 unit
  3. Relay 2 Unit
  4. Connector
  5. Fuse + Box
  6. Kabel Bakar
Untuk memulai terlebih dahulu perhatikan kondisi tahun Semok apakah sudah tersedia Kiprok (baik bawaan atau pasang tambahan/modifikasi) untuk pasang Battery disini Gue pake Battery kering merek Panasonic 12V, 7,2Ah/20hour.

Merangkai Capacitor Bank
Untuk lebih memaksimalkan kinerja Battery maka diperlukan media penyimpanan cadangan sumber listrik meskipun penggunaan Watt cukup besar, Battery pun tidak tekor dan lebih awet, untuk itu dibutuhkan celengan listrik yang dinamakan Capacitor Bank.

Rangkaian tersebut diatas terdiri dari 2 buah Capacitor 33.000mf/50V yang dihubungkan secara paralel, positif ke positif dihubungkan ke Battery & Kiprok positif sedangkan negatif ke negatif langsung ke Masa/Ground.

Intinya Capasitor Bank ini berfungsi sebagai pembantu Battery untuk penahan berat beban secara tiba-tiba (fungsi sebagai stabiliser), lampu tidak redup. Catatan lain, Capacitor Bank bukan sebagai penambah kapsitas Battery (memperbesar AH).


Merangkai Relay

Selain Capacitor Bank untuk lebih masksimal lagi yaitu dengan menambah Relay untuk lampu dan klakson agar lampu lebih terang dan suara klakson lebih nyaring/lantang. Relay adalah penghubung dan pemutus arus serta meredam arus yang besar.

1. Relay Untuk Lampu

Urutan kaki Relay :
  1. Kaki 85 ke masa
  2. Kaki 86 ke fungsi saklar
  3. Kaki 30 ke Battery dan fungsi saklar
  4. Kaki 87 ke lampu

2 buah relay terpasang (fungsi lampu dan fungsi klakson)

2. Relay Untuk Klakson


Urutan kaki Relay :
  1. Kaki 85 ke masa
  2. Kaki 86 ke fungsi tombol
  3. Kaki 30 ke Battery dan fungsi tombol
  4. Kaki 87 ke lampu
Pada tombol klakson harus ada yang dirubah yaitu fungsi Normally Closed diganti menjadi Normally Open.

Hanya menambah plat (kaleng biskuit) pada bawah tombol klakson, kemudian solder & tambahin kabel. Fungsi merubah NC menjadi NO.

Klakson menggunakan DENSO Stereo

Hasil uji coba & testing cukup puas, lampu tidak lagi redup, pernah uji coba dengan menggunakan OSRAM 60W, kita tetap harus menghargai pengendara lain dari lawan arah.

Smoga bermanfat


Sumber : http://www.vespamaker.co.cc/2010/02/electrical-accessories-for-vespa.html

MEMASANG REM CAKRAM PADA VESPA

REM CAKRAM VESPA

Rem Cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan. untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads).

Berikut adalah membuat Rem Cakram Vespa (Belakang) hasil modifikasi "Dogel" D-Nox Scooterracing dengan beberapa bahan sebagai berikut :

1. Teromol Vespa Ring diusahakan menggunakan Teromol yang bagus



2. Disk yang biasa digunakan pada motor Jepang.




3. Modifikasi Arm dengan bahan Metal yang kuat memudahkan dalam pemasangan.




4. Perlengkapan Caliper (Kepala Babi) dan Kabel Minyak Rem.



5. Hasil akhir siap pasang.





Untuk pembuatan Cakram ini memerlukan waktu selama 1 (satu) Minggu baik Cakram Depan maupun Cakram Belakang.

Semoga bermanfaat.


Sumber: http://www.vespamaker.co.cc/2009/12/rem-cakram-vespa-disk-brake-vespa.html

MEMBUAT KOPLING VESPA LEBIH ENTENG


Untuk mengatasi kopling berat ini hanya sedikit tambahan saja dan tidak memerlukan biaya, asal pesyaratan utama sudah terpenuhi seperti : Kampas Kopling, Kabel Kopling Luar dan Tali Kopling semuanya normal & bagus. Selain itu sebelum memasang kabel kopling sebaiknya kabel tersebut diguling kecil dan masukkan ke dalam rendaman olie dan tunggu beberapa saat. Bisa juga mengganti kabel kopling dengan kabel perseneling agar lebih kecil sehingga tidak seret.

Dengan menambah potongan rante bekas pada pelatuk kopling juga menyebabkan tarikan kopling lebih enteng.

Caranya :

1. Potong rante motor bekas (bisa minta ke bengkel motor jepang)
2. Potongan kabel kopling luar sepanjang 5 cm

Supaya pengerjaannya lebih mudah, sebaiknya buka tutup bak kopling, kemudian keling/baut yang kuat potongan rante pada pelatuk kopling, lihat gambar berikut ini.




Gambar Tampak Samping






Gambar Tampak Depan






Gambar Sudah Terpasang

Dengan menambah panjang pelatuk kopling (Rante) kurang lebih 2cm menyebabkan gaya tarik lebih ringan dibanding sebelumnya, sedangkan penambahan kabel kopling luar sepanjang 5cm adalah untuk memudahkan dalam pemasangan.

Smoga Bermanfaat

Sumber: http://www.vespamaker.co.cc/2010/05/kopling-vespa-biar-enteng.html

MEMBUAT LAMPU VESPA JADI TERANG


Seperti pada beberapa artikel mengenai kelistrikan Vespa, spul merupakan salah satu komponen yang membangkitkan tegangan listrik. Besaran tegangan ini tergantung pada kumparan (besar penampang dan jumlah lilitan).

Pada Vespa 150 Super (VBC1) - VESPA 150 Sprint (VBL1) - VESPA 125 Super (VNC1) VESPA 125 GT (VNL2T) - VESPA 125 GTR (VNL2T) rangkaian kelistrikannya sama dan terdiri dari 3 Spul yaitu Spul Api, Spul Lampu Besar dan Spul Lampu kecil, bisa dilihat di pembahasan oniX sebelumnya Wiring Digaram.

Ketiga spul ini mempunyai peran masing masing, tentunya besaran arus pun berbeda, untuk itu oniX akan menjelaskan hasil percobaan yang telah dilakukan yaitu meningkatkan arus yang dikeluarkan oleh spul agar lampu pada Vespa menjadi lebih terang. Mohon beri komentar yah.. bila salah, soalnya belum sempat ukur berapa besaran arus yang dikeluarkan oleh spul tadi.






Untuk percobaan ini yaitu hanya menggabungkan (Paralel) 2 buah spul lampu besar, jadi spul lampu kecil tidak di pakai.




Bandingkan dengan gambar Default, Spul C tidak dipakai. Tambahan yaitu dengan Paralel 2 buah Dioda 6A fungsi sebagai penyearah dan penyetabil, karena sewaktu uji coba dengan bohlam 12V - 35W, lampu sering putus. Cahaya lampu yang dihasilkan pun menjadi lebih terang dibandingkan sebelumnya.


Apabila menginginkan pengembangan lebih lanjut bisa ditambahkan dengan Rangkaian Kiprok, sehingga bisa dipasang Accu. Biaya untuk pembuatan Rangkaian Kiprok sangatlah murah dibanding dengan membeli Kiprok Ducati he..he..he.., tapi fungsinya sama.




Keluaran Arus pada rangkaian ini mencapai 3A dan Tegangan 15V yang dihasilkan oleh IC LM2576-15V sangatlah cukup untuk supply Accu. Begitu juga input IC ini bisa mencapai 16V s/d 60V. Komponen Rangkaian Kiprok ini sangat umum dipasaran.

Rangkaiannya akan menjadi seperti ini dan tambahan accessories nya bisa dilihat pada pembahasan Electrical Accessories For Vespa




Selamat mencoba dan berkreasi.

Smoga bermanfaat


Sumber :http://diyvespa.blogspot.com/2011/07/lampu-vespa-jadi-terang.html

Tentang Vespa 150 Sprint (VLB1T)

Vespa 150 Sprint

Dikeluarkan pada tahun 1965 hingga 1974, Vespa 150 Sprint merupakan generasi awal dari serie ini. Menggunakan salah satu keluarga mesin klasik 145.55 cc dengan penambahan cukup signifikan dalam hal kekuatan yaitu melalui besaran daya angkut yang diselaraskan dengan kecepatannya.
Kerangka body Vespa 150 Sprint sama dengan produk untuk Vespa GL, namun dengan sentuhan warna baru yakni silver metalik. Di sayap (fender) bagian kanan tersemat kata Vespa Sprint tersusun miring dua baris dengan style italic handwritting terbuat dari sejenis campuran alumunium yang berefek kebiru-biruan. Begitupun halnya dengan kata dibagian belakang, tertulis 150 Sprint tersusun miring satu baris yang berbahan serta material sama seperti bagian depan dan terletak agak diatas lampu bagian belakang.
Terdapat striping lurus terbuat dari alumunium pada bagian spakbor depan, box bagasi dan box mesin yang sejajar di kiri kanannya. Dengan kunci stang berbentuk oval, Vespa 150 Sprint menggunakan 2 jenis jok sesuai dengan permintaan yaitu model jok (sadle) ganda (pengendara dan penumpang) berwarna biru tua maupun dan jok panjang (single-seater).
Adapun bagian-bagian yg berlapis krum adalah baut gagang rem depan dan gagang kopling, klakson, rumah lampu belakang, ring lampu depan, kunci stang, tutup kunci stang dan kunci tutup box bagasi. Lapisan berwarna seng terdapat pada bagian-bagian seperti standar, shock bagian depan, seluruh baut dan mur serta tutup bak kopling.
Sementara itu bagian yg beraksen posfor meliputi shock bagian belakang termasuk per, baut dan murnya, serta per bagian depan. Sentuhan metal halus terdapat pada bagian gagang rem depan dan kopling, pedal rem belakang, gantungan barang, kuku macan, jengger depan, selahan, kunci (pengkait) box mesin, gagang kran bensin, dan lis sayap depan. Bagian yg bernuansa stainless adalah rumah saklar dan lis karpet tengah yang terbuat dari karet.
Dengan stang (handlebar) model kotak seperti GL dan Super serta speedometer oval, adapun nomor serial body Vespa 150 Sprint terukir dibagian kiri dibawah box bagasi dengan kode VLB1T 1001-VLB1T 1205477 dan nomor mesin di bagian paha ayam mesin dekat pipa saluran knalpot diawali dengan kode VLB1M. Bagian-bagian lain yg memiliki warna berkesan alumunium meliputi velg, tromol depan dan belakang, tutup kipas, fork depan. Sementara itu warna lapisan anti karatnya adalah abu-abu.

  • engine: single cylinder, 2-stroke
  • cylinder: bore 57,0 mm
  • piston stroke: 57,0 mm
  • cubic capacity: 145.45 cc
  • bhp at rpm: 2/4800
  • lubrication: 2%
  • carburetor: Dell’Orto SHB 16/10
  • gears 4
  • chassis: one-piece metal pressing
  • Tank Capacity: 7,7litres (1.97 US gallons)
  • mileage: 2,1l/100Km (112mpg)
  • tires: 3.5 x 10″
  • weight: 89 kg (172lbs)
  • max. speed: 94 km/h (57mph)
  • Engine scheme: VLB1M
  • VIN scheme: VLB1T 1001-1205477
  • Download disini:http://www.scooterhelp.com/manuals/VLB1T.manual/VLB1T.manual.r.pdf

TEHNIK DASAR MOTOR VESPA



PENDAHULUAN
Skuter adalah jenis kendaraan bermotor roda dua (2) dimana pengendara dimanjakan dengan kontruksi kendaraan yang unik dan nyaman juga keamanannya dalam mengendarai. Menurut Sejarah, Skuter dalam bahasa Italy adalah ” Tawon” hal ini terobsesi dari bentuk atau skuter yang menyerupai Tawon. Skuter yang terlahir dari negara Italy ini di produksi oleh Piaggio ini bermerkkan VESPA
Keberadaan Vespa di Indonesia ternyata bisa menyatukan ratusan orang dan membuat mereka bersaudara atau lebih kerennya di sebut BROTHERHOOD. Berawal dari saling bertukar informasi diantara penggemar- penggemar vespa, hubungan ini kian erat dan akhirnya terjalin persaudaraan Yang melahirkan Club atau Komunitas yang tidak menonjolkan ego individu, tetapi hal ini lebih untuk membentuk persaudaraan dalam satu Komunitas guna mempererat tali persaudaraan antara sesama penggemar vespa.
Bertolak ukur dari hal di atas tiada maksud dari saya untuk menyombongkan diri, maksud dan tujuan saya tidak lain berbagi pengalaman dan bertukar pikiran kepada rekan-rekan sekalian. Adapun kelebihan dan kekurangan dari prologh ini Saya pribadi mohon dikoreksi, Karna pada dasarnya tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna.

PRINSIP DASAR KINERJA MESIN VESPA

Prisip dasar kinerja dari pada mesin vespa ini berbasis dua tak atau dua langkah, langkah pertama adalah pembilasan serta percampurannya antara bahan bakar dan udara yang sebelumnya sudah di atur dari karburator, lalu langkah kedua proses penekanan bahan bakar keruang bakar sehingga terjadilah ledakan dari percikan api busi dan bahan bakar yang berakibat adanya dorongan seher yang memutar poros engkol dan kopling gir transmisi. Di bawah ini saya akan menjelaskan perangkat mesin vespa super yang terdiri dari
I. KARBURATOR
Karburator adalah satu komposisi alat yang mengatur suplai bahan bakar ke ruang bakar, ini sebuah alat yang berkerja secara kinetik tanpa alat elektronik sipengendara hanya mengatur suplai udara melalui tuas gas yan ada distang kemudi lalu perangkat lainnya dari karburator menyesuaikan dengan sendirinya.
II. PENGAPIAN
Yang disebut Proses pengapian adalah terjadinya satu percikan api busi sebagai penyulut bahan bakar yang telah tercampur dan terbilas oleh poros engkol atau krukas yang ada dalam ruang bakar guna terjadinya ledakan yang menghasilkan dorongan seher. Api yang ada di busi daihasilkan dari SPUL PLATINA yang ada dalam medan magnet, setrum dari spul di stabilkan KONDENSATOR berukuran 2 farad lalu di sinyalkan atau sistem pemulsaran oleh PLATINA setrum yang melalui proses di atas di perkuat atau perbesar oleh KOIL, proses ini berdampak percikan api di BUSI berkekuatan lebih dari 4000 voltase dengan titik ampere lemah
III. RUANG BAKAR
Ruang bakar adalah satu ruang yang ada di dalam mesin vespa untuk menghasilkan tenaga berkapasitas 150 CC, di sini terjadi proses MIXTURISASI atau penyampuran antara bahan bakar berjenis bensin dengan udara KRUKAS atau poros engkol stelah bahan bakartercampur di transperkan oleh seher yang nya tlah terdorong oleh proses sebelumnya melelui rongga ransfering yang ada pada BLOK SILINDER, lalu bahan bakar mengalami penekannan ke ruang vakum yang ada pada HEAD SILINDER di sini lah terjadi ledakan hasil dari tekanan dan percikan api busi, sisa bahan bakar yang berjenis korbon dioksida dibuang ke udara lepas melalui lubang buang mengarah ke KNALPOT yang berfungsi menmanfaatkan gas buang sebagai kompresi balik untuk menyempurnakan proses selanjutnya, dan juga knalpot ini berfungsi sebagai peredam suara ledakan,
IV. ROTASI ATAU PUTARAN MESIN
Tiga proses di atas menghasilkan rotasi atau perputaran mesin dan gir-gir yang ada di girbok di melalui KOPLING atau cluth yang berpungsi sebagai otomatis penetral putaran gir sesui dengan keinginan pengendara dalam gir bok terdiri dari GEAR PRIMER atau lebih di kenal dengan gigi borobudur rotasi dari gigi borobudur ini berhubungan langsung dengan GEAR SEKUNDER atau lebih dikenal sebagai gigi seri. Pengaturan transmisi dari kecepatan gigi 1 ke 4 doleh CRASH GEAR atau gigi silang pengaturan ini langsung di hubung kan ke kendali atau stang motor, keunikan mesin ini dalam mantransferkan tenaga tidak menggunakan sistem rantai. Dalam perawatan lebih murah dan mudah yang terpenting adalah ketelitian dan ka apikan kit menggunakan mesin ini.
MASALAH YANG SERING TERJADI SERTA PENYELESAIAN NYA
i. Karburator sering kotor atau spuyer tersendat Dalam masalah ini berdampak langsung dengan laju motor, motor dalam melaju tersendat- sendat atau motor malah sulit untuk hidup terkadang
pula busi sering mati terlihat dari ujung busi isolatornya berwarna hitam kelang yang mengakiobatkan hilang nya percikan api di busi Penyelesaiannya:
1. Bersihkan tangki bahan bakar dari kotoran dan karat
2. Periksa selang bensin dari kerak bahan bakar
3. Bersihkan karburator menggunakan kompresor angin perikasa kembali lubang- lubang spuyer jangan sampai ada kotoran yang tertinggal, ketelitian di tuntut dalam hal ini
4. Periksa ukuran lobang spuyer sudah pas belum jangan sampai kebesaran atau kekecilan. Bila kebesaran motor akan boros bahan bakar dan juga busi sering mati. Ukuran ubang spuyer berpatokan pada ukuran standar pabrik
5. Setingan atau penyetelan jarum ideal harus pas menurut pengalaman saya caranya denmgan menyetel stasioner karbu pada stelan tertinggi, lalu putar jarum ideal menggunakan obeng kekanan stelah berhenti putaran jarum kendorkan kembali ke kiri perlahan-lahan sampai terdengar suara mesin di putaran ter tinggi,
ii. PENGAPIAN
Permasalahan dalam pengpian juga akan berdampak langsung pada laju motor atau motor tidak bisa hidup, susah starter motor biasanya kendala pengapian berada pada stelan platina yang tidak benar, bisa juga salah satu perangkat pengapian sperti Busi, Koil, Platina, Kondensor, Spul pengapian ada yang sudah tidak layak pakai atau mati. penyelasaiannya:
Langkah pertama periksa warna ujung busi, bila berwarna hitam kelang busi tidak akan memercikan api solusinya stel ulang ukuran spuyer pilot jet dam main jet, beila warna ujung busi merah bata maka pariksa ke bagian yang pengapian yang lainnya. Koil yang layak pakai apabila kita konsletkan kabel busi dengan jarak ke massa mesin kira kira 8 mm masih terjadi loncatan api berwarna biru, bila tida berwarana biru di sini percikan atau laoncatan api berwarna merah ini berarti stelan platina tidak benar atau si koilnya yang memang sudah lemah, loncatan api dari koil dipengaruhi langsung oleh stelan platina, Penyetelan platina yang benar adalah berjarak kerenggangan antara konektor minus dan konektor plus nya kira-kira 0,5mm. dengan menggunakan obeng min, perlu di ingat penyetelannya jangan di ketok karna hal akan mepersingkat umur pakai platina karna entara konektor tidak lurus atau bengkok. Loncatan yang terjadi pada platina juga
berkaitan dengan kondisi kondensator Pemeriksaan kondensator amat lah mudah apa bila terjadi lancatan api di platina ini di karenakan kondensator anda sudah tidak layak pakai, ganti kondensor anda atau ada cara lain yaitu cangkok kondensor dengan kondensor lainnya atau sistem kondensatornya di double dengan ukuran kapasitas kondensor yang sama 2 farad, Yang terakhir adalah cek spul pengapian anda masih layak pakai atau harus di gani degngan yang baru, tanda spul pengapian rusak, biasanya kumparan spul lecet, gulungan spul kendor, spul putus.
Apabila semuanya stabil maka anda wajib memeriksa nap puur atau ketepatan pengapian tapi sebelumnya lihat dulu kondisi spi magnet patah atau tidak juga lihat kondisi rotor masih bagus atau sudah tidak, ukuran nap puur adalah 21 drajat sebelum titik mati poros atau kondisi pala seher di atas.
iii. Motor macet tidak bisa starter Ini adalah suatu trable mesin yang lebih fatal biasanya hal ini terjadi di kerenakan lakher atau BEARING ada yang rusak, stang sekher atau CONECTING ROOD rusak, ring sekher patah, sekher atau PISTON tidak layak pakai, perangkat di gear bok ada yang patah, PER GIGI PRIMER rontok, PLAT KOPLING yang sudah tidak layak pakai. GIGI STATER ompong atau rontok. Proses penyelesainnya harus turun mesin dan kita harus bongkar semua perangkat mesin agar lebih mudah pengecekan nya. Apabila dalam pengecekan perangkat ternyata ada yang rusak lebih baiknya kita ganti dengan yang baru, untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan yang bisa saja nanti terjadi di dalam kita mengoprasikan kendaraan
kita di jalan.
iv. Motor tidak nyaman di kendarai atau goyang Dalam kondisi ini diluar dari pada mesin kecuali perangkat penunjang dan stabizer getaran atau karet mesin, masalah ini menyangkut kenyamannan kita dalam berkandara karna semua ini akan berdampak langsung dalam SAFETY REEDING keselamatan kita terancam bila hal ini di biarkan. Adapun panenggulangnganya sbb:
cek kondisi kelayakan ban dan pelek, bila ban botak harus ganti kondisi pelek pun harus stabil jangan ada speleng atau goyang Cek kondisi as ayun masih layak pakai atau tidak, biasanya dalam kondisi ini pala babi depan akan goyang apa bilia as ayun rusak, semua itu berdampak langsung pada sistem kendali kendaraan anda, Cek lassan bodi pada titik tumpu seperti, DEK MOTOR, TULANG BUAYA, LUBANG AS MESIN, TUMPUAN SOK BLAKANG, DLL. Bila terjadi keropokan pada bodi jangan biarkan hal itu berlarut karna akan berakibat kerusakan bodi yang lebih fatal bahkan pernah terjadi notaor tiba tiba patah. Cek kondisi STABIZER GETARAN atau karet-karet mesin dan shokbreker juga MOUNTING sok blakang, bila terlihat sudah usang atau rusak harus cepat-cepat di ganti. Cek SOKBREAKER, apa bila sok breker sudah lemah baik pernya atau sok wajib untuk kita ganti, jangan lupa kondisi mur roda baik depan maupun belakang dalam kondisi kencang dan terkunci paku pengunci. Jangan sekali kali anda pertaruh kan nyawa anda hanya karena malas untuk memperbaikinya.

Cara merawat Mesin Vespa (1)

Vespa identik dengan Busi. Hal ini disebabkan Vespa adalah kendaraan roda dua yang paling sering ganti busi. Tapi apakah Vespa kita bisa dibikin tidak gonta ganti Busi ? Jawabannya bisa. Busi yang berumur panjang (tdk gonta-ganti) tidak sulit. syaratnya adalah perawatan yang telaten dari pemakai kendaraan. Dalam bahasa montir bengkel “TIDAK ADA BUSI MATI”. Apakah benar kata-kata itu ? Dibawah ini pengalaman penelitian kecil telah membuktikan, bahwa busi motor vespa tdk perlu gonta ganti, alias berumur panjang.

Busi terdiri atas dua titik dari arus positif (+) dan arus negatif (-). Kedua titik tersebut jika dihubungkan dengan pengaturan dari platina / CDI akan menghasilkan / memercikan api. Api inilah yang akan membakar Bensin yang telah dikabutkan oleh karburator. diantara kedua titik tersebut (ditengah) akan dilapisi oleh isolator.
Busi suka dikatakan MATI dan harus diganti jika lapisan isolator tersebut ditutupi oleh kerak/jelaga hasil pembakaran di ruang Blok mesin. Kenapa ada kerak ? jawabannya adalah pada kualitas bahan bakar dan oli pelumasan yang terdapat di Vespa. ingat Vespa itu kendaraan 2 tak, jadi bensin yang dibakarnya mengandung banyak oli.
Bahan Bakar (bensin) dengan kualitas (oktan) rendah akan menyisakan banyak jelaga pada komponen-komponen pembakaran. Jika memungkinkan sebaiknya kendaraan bermotor memakai bensin oktan tinggi semisal Pertamax keluaran Pertamina atau Shell super. Demikian juga dengan oli samping, akan banyak meningggalkan kerak / jelaga jika oli samping dengan kualitas (bahan aditif) yang rendah. Dan mengingat di pasaran banyak beredar banyak merk oli samping, kepada para pemilik kendaraan scooter memiliki pemahaman bagaimana memilih oli yang baik. Jangan lupa banyak juga oli samping palsu yang beredar.
Untuk mengatasi bertumbuknya jelaga / kerak di busi (isolator) tadi bisa dilakukan dengan membersihkannya secara rutin. Bukalah busi dari cilinder cop. Bersihkan memakai kuas dengan kerosin / solar / bensin. atau bisa juga bersihkan dengan memakai sikat besi.
Kuas dan sikat tersebut hanya mampu membersihkan isolator yang kelihatan, bagaimana utk bagian dalam yang tidak kelihatan ?. Pergunakanlah 3 – 5 helai kawat baja dari tali kopling yang sudah tidak dipakai. Isi lubang isolator dengan bensin, korek terus bagian isolator busi yang telah ada keraknya, setelah dilihat kotor, tuang, lalu isi kembali dan korek beberapa kali. Jangan lupa lubang bagian isolator tsb harus dalam kondisi terendam oleh kerosin/bensin/solar, supaya kerak hasil korekan kawat bisa dikeluarkan.
Setelah bersih betul pasang kembali busi di dudukannya dlm cilinder cop. Ingat ketika busi dibersihkan HARUS dalam kondisi setelah dingin. Jangan sekali-kali mencuci busi ketika dalam kondisi panas (baru dicopot dari cilinder cop yg panas), karena itulah penyebab umur busi pendek.
Ingat cara manual diatas harus dengan kesabaran.
Cara manual ini Ada juga yang lebih cepat dalam membersihkan jelaga / kerak di lubang isolator busi. Cara cepat ini tentu saja mengandung resiko yang cukup besar, yakni dengan memakai air accu (air zuur) dan juga air raksa. Caranya dilakukan beberapa langkah seperti berikut :
1. Tuangkan beberapa tetes air accu zuur kedalam lubang isolator busi, biarkan beberapa detik, kemudian tuang
2. Setelah diras cukup membuang kerak, lakukan pencucian dengan mempergunakan sikat (Kuas) dan air sabun rinso.
Model dengan cara ini hanya beberapa detik langsung membersihkan kerak. Tapi sekali lagi jangan terlalu lama, sebab kalau lama, lapisan besi/logam yang tidak memiliki lapisan isolator akan tergerus oleh air zuur. jika lapisan tergerus maka busi akan menajdi terlalu tipis.
Resiko akibat memakai air zuur / air raksa juga ada, yakni jika uapnya terhirup hidung kita akan berbahaya. Hm ….. resiko cukup berat. Logam berat akan memasuki rongga pernafasan kita. Cara mengatasi supaya tidak terhirup adalah dengan memakai penutup hidung.
Sekedar anda tahu, jika ada orang yang menjual busi dengan tanpa baju, masih bersih, tapi harga miring, harap hati-hati, biasanya hasil praktek model begini. Hasilnya memang menakjubkan. Setelah kerak dibuang, lalu digosok dengan sikat dan rinso, maka dijamin kotoran dan lemak oli akan terbuang, Busi-pun jadi kinclong seperti keluar dari pabrik.
Selain dengan manual diatas ada cara lain utk membersihkan kerak yakni dengan memakai carburator cleaner. Tetapi jika dengan carb cleaner biasanya ada pengaruh terhadap busi, sebab ketika cairan carb cleaner di semprotkan, suhu busi menjadi terlalu dingin.
Jika busi dibersihkan secara rutin (3, 4, atau 5 hari sekali) , dan jangan menunggu hingga vespa mogok, dijamin busi tdk akan pernah mati.
Hal-hal yang menyebabkan busi mati
1. Listrik yang dihasilkan spul terlalu kecil
2. Coil terlalu lemah
3. Platina / CDI lemah
4. Rendahnya kualitas Bensin
5. Rendahnya kualitas Oli samping
Jadi biar kita bersihkan terus jika ada gangguan 1 dari kelima hal diatas, biasanya mempercepat rusaknya busi. Karena itu tetap kontrol kondisi kelimanya, atau kalau bingung periksa secara rutin oleh bengkel/montir.
JANGAN PERNAH MEMBUANG BUSI
Jika kita terpaksa mengganti busi busi jangan pernah dibuang, sebab busi yang bekas pakai dan disimpan lamaaaaaa…. kemudian dipakai lagi, biasanya pengapiannya cukup bagus.
Setelah tidak dipakai cucilah busi dengan minyak tanah dan simpanlah. besok lusa atau bahkan tahun depan sedang butuh, insya allah bisa dimanfaatkan
MERAWAT BUSI SUPAYA AWET
Jalan paling mudah memelihara busi adalah dengan memelihara atau memperbaiki kualitas bahan bakar (bensin) yang masuk ke ruang bakar (blok mesin). langkah kedua adalah memelihara kualitas karburator, sebab semakin baik karburator, semakin bagus pula kualitas pembakaran.
langkah yang lain adalah langkah cukup nyeleneh, alias tidak ada Standar Operasional Pabrik (SOP) nya dari pabrik adalah dengan merebus busi. Langkah terakhir inilah yang cukup jitu. ya paling tidak oleh para sekuteris cekak rupiah, kayak anak pelajar.
Langkah tanpa SOP pabrik ini adalah sbb :
1. kumpulkan beberapa busi bekas, atau bisa juga busi baru beli. 2. siapkan rebusan air di panci sebanyak setengah panci diatas kompor. 3. setelah mulai panas (bergolak), masukan busi kedalam panci, biarkan beberapa saat sampai air menjelang habis. Ingat jangan menambahkan air dingin, sebab suhu busi akan berubah.
Jadi cara merebusnya mirip seperti orang mau merebus ketupat. Jangan sampai air habis, dan jangan dulu angkat busi jika air mendidihnya di panci masih banyak. kalau distandarkan waktu adalah dengan merebus selama 10 menit, 15 menit, 20 menit dst.
Semakin lama merebus, maka akan semakin lama busi dipanaskan, maka kualitas busi yang dihasilkan akan semakin baik.
Akan lebih bagus jika busi baru dibeli juga diperlakukan sama. Pengalaman family-ku di Tegal. busi baru yang dipakai vespa dengan melalui proses rebus, 5 tahun ga pernah ganti busi.
Sekali lagi ingat pepatah JANGAN PERNAH MEMBUANG BUSI
MERAWAT ACCU
Accu untuk jaman sekarang menjadi benda vital untuk kendaraan bermotor, termasuk vespa. Accu perlu perawatan sebab setiap kali mesin dihidupkan, maka accu akan tersisi arus listrik.
Ketika arus listrik masuk ke accu, maka elemen dalam accu akan bereaksi. Reaksi dari accu inilah yang mengakibatkan (1) suhu air accu memanas lalu menguap, (2) kepala accu khususnya yang positif (+) akan ada penggumpalan dan biasanya menyebabkan karat.
Karena itu kontrol dan isi terus air accu, paling tidak sebulan sekali. Demikian juga kepala accu harus sering dibersihkan dengan kuas yang telah dibasahi pakai air panas.
Jika dirawat rutin accu awet dan terus bisa dipergunakan. Dan jangan dilupakan, jika scooter kita lamaa……. tidak dipakai lebih baik accu-ny dilepaskan aja. tuang / keluarkan air accu lalu simpan dalam kondisi kering dan terbalik. Maksudnya supaya lubang accu ada dibawah. Ketika hendak dipakai, lakukan pengisian air zuur dan air accu, seperti accu baru.
Perawatan tersebut diatas hanya untuk accu cair, sementara untuk accu kering tidak berlaku. Bagaimana untuk perawatan accu kering ?
Accu kering tidak perlu perawatan pemeriksaan air accu, tetapi karena dia tidakberair maka bebas perawatan. Hanya saja perlu diingat, accu kering punya musuh, yakni kepala accu tersiram air (pala + uatamanya). Jika pala + tersiram air biasanya listrik yang dihasilkan tidak maksimal. Musuh kedua accu adalah terjadinya hubungan pendek antara subu + dengan sumbu -. karena itu biasanya jika kita memakai accu kering, semua kepala accu ditutup lapisan plastik.
http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/11/26/tips-merawat-vespa/

Minggu, 29 Juli 2012

Cara Mengatasi Vespa Boros Bahan Bakar:

 Vespa Anda boros? Masalah yang paling sering dialami oleh para scooter mania. Namun dari beberapa pengalaman pribadi dan dari beberapa sumber yang pernah baca untuk mengatasi vespa boros bahan bakar ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar pemakaian bahan bakar dapat lebih efisien dan di hemat. Adapun syarat-syaratnya antara lain:


1. Kualitas bahan bakar, termasuk ukuran campuran oksigen, oli dan bensin.
2. Api pembakaran yang besar dan stabil, atau biasa dikenal dengan Poin 1
3. Time”ing” atau waktu pertemuan antara bahan bakar dan api pembakaran.
4. Kondisi kebersihan karburator dan settingan karburator
5. Ukuran spuyer
Berikut adalah penjelasan dari syarat-syarat  mengatasi vespa boros bahan bakar  diatas:

1. Kualiatas bahan bakar yang bagus.

Yang dimaksudkan di sini ada perpaduan yang pas antara bensin, oli dengan oksigen, dimana prosesnya dilaksanakan di karburator.
dalam proses pembakaran membutuhkan campuran udara (oksigen) dengan bahan bakar (bensin).
Perbandingan yang ideal untuk keduanya, kata orang yang ngerti, adalah 14,7 : 1.
Jika terlalu banyak oksigen (udara/angin) dan kurang bensin dalam prosentase gas yang akan dibakar, maka hasil pembakaran tidak maksimal.
Demikian pula terlalu banyak bensin dan kurang oksigen membuat pemakaran juga tidak akan sempurna.
Unutk takaran oli hal ini dapat dilakukan dengan membeli cangkir takaran oli yang banyak dijual di toko spearpart  vespa. Namun jika vespa anda sudah dilengkapi dengan pompa oli samping maka itu bukan menjadi masalah.


2. Api pembakaran yang besar dan stabil,
Api pembakaran yang besar dan stabil, sangat diperlukan untuk membakar campuran gas bahan bakar yang bagus,supaya menghasilkan pembakaran yang juga bagus.
Sekalipun cetusan api terjadinya di busi,tetapi di dalamnya melibatkan komponen lainnya, misalnya : tutup kepala busi, kabel busi, koil, platina atau CDI, dan sumber dayanya (spool dan magnet).
Agar api pembakaran bagus (besar dan stabil), maka deretan komponen2 penghasil api tersebut semuanya harus dalam kondisi prima.
Karena dari kondisi yang prima itulah akan dihasilkan api yang bagus, dan api yang bagus itulah yang menunjang adanya pembakaran yang sempurna.
3. Time”ing” atau waktu pertemuan antara bahan bakar dan api pembakaran..

Maksudnya adalah waktu yang tepat untuk terjadinya proses pembakaran.
Yaitu waktu di mana busi meletikkan bunga api dalam kaitannya dengan posisi seher dalam mesin (ruang bakar).
Jika vespa kita memakai CDI, maka untuk sementara point 3 ini bisa diabaikan;
walaupun sebenarnya perkembangan yg sekarang CDI-pun bisa diset untuk mengatur kapan saatnya busi akan memercikkan bunga api.
Jika vespa kita memakai platina, maka setelan waktu pengapian yang bagus ini seringkali kita kenal juga dengan istilah poor & na.
Imho, gabungan ketiga hal di atas inilah yang akan menghasilkan pembakaran yang baik, pembakaran dengan efesiensi dan efektivitas yang maksimal, sehingga dengan sendirinya setiap liter bensin juga akan mencapai daya tempuh maksimalnya.
Mengenai oli samping memang tidak sy masukkan, karena sekalipun oli samping juga akhirnya terbakar, namun sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan “sistem pembakaran” itu sendiri.
4. Kondisi kebersihan karburator dan settingan karburator

Kita tahu bahwa dalam proses pembakaran membutuhkan campuran udara (oksigen) dengan bahan bakar (bensin).
Campuran dengan komposisi yang tepat akan menghasilkan pembakaran yang sempurna, dan gas buangnya juga relatif bersih.
Komposisi campuran udara dan bensin tsb acapkali disebut dengan AFR (Air Fuel Ratio).
Nah, yang sulit adalah bagaiamana menyetting karburator supaya menghasilkan AFR 14,7.
Dan rupa2nya teknologi karburator emang sudah mentok;
mau disetting bagaimanapun juga tidak mungkin menghasilkan AFR yang selalu sempurna.
Namun masalah itu dapat sedikit tertolong dengan cara:
- Pelihara kebersihan karburator, termasuk kebersihan saringan udaranya.
- Paking dari karburator ke mesin jangan ada yang bocor, demikian pula seal setelan angin.
5. Ukuran spuyer

Pakai spuyer standar.
Atau kalo kondisi mesin/karburator sudah tidak standar, diujicobakan memakai spuyer yang paling sesuai (dan otomatis mendekati AFR yang seharusnya dibutuhkan).
Di beberapa thread, sy baca bagaimana para senior sudah membagi-bagikan ilmu dunia per-spuyeran-ini.
- Setting setelan angin semaksimal yang kita bisa untu mendapatkan AFR yang seharusnya.
Caranya nyetting setelan angin kurang lebih sbb :
Mesin dalam kondisi tidak dingin, jadi bukan dalam kondisi baru dinyalakan pada pagi hari.
Setelan langsam (yg putarannya di atas karbu) diperbesar sampai agak besar.
Setelan angin diputar ke kanan poll sampai menutup, kemudian dibuka diputar ke kiri satu setengah putaran.
Mesin dihidupkan, setelan angin diputar ke kanan dan/atau ke kiri sampai mendapatkan suara termaknyus (ada yg menyebutnya dengan suara terbesar, ada juga yg menyebutnya dengan suara paling nyaring, atau melengking).
Posisi tsb adalah posisi ter-ideal, dan masih bisa ditambah ke kanan atau ke kiri sedikit sesuai dengan selera.
Setelah tercapai kondisi tsb, setelan langsam di kembalikan ke posisi semula.
Langsam distel sekecil mungkin sehingga waktu masuk gigi 1 tidak menyentak, tetapi sekaligus juga jangan terlalu kecil sehingga langsamnya jangan gampang mati.

Modifikasi Pengapian Vespa menggunakan Coil Mobil

Modifikasi Pengapian Vespa menggunakan Coil Mobil
Anda termasuk penggemar vespa racing? Atau hanya sekedar suka pada vespa yang ngebut. Banyak cara yang dapat digunakan untuk membuat vespa menjadi sedikit ngacir. Salah satu caranya dengan modifikasi pengapian vespa menggunakan coil mobil. Lho..memang bisa....? Hah untuk menjawab pertanyaan ini dan rasa heran anda, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai modifikasi pengapian vespa menggunakan coil mobil.


Menggunakan coil mobil pada vespa adalah hal yang sah-sah saja. Menurut salah seorang scooterist asal Pekalongan (Lampung Timur) Sigit, menggunakan coil mobil pada vespa bisa saja namun banyak yang harus dipertimbangkan untung ruginya. Sigit menjelaskan coil yang cocok dan pernah digunakan adalah coil mobil toyota kijang dan daihatsu namun keduanya adalah coil untuk mesin yang masih menggunakan karburator alias mesin lawas. Menurut Sigit yang perlu diperhatikan jika memakai coil mobil ini adalah coil mobil harus coil mobil bekas, kemudian ganti kabel coil dengan kabel yang lebih kuat dan yang utama adalah settingan mesin.

Menggunakan coil mobil yang bekas di maksudkan agar pengapian tidak menjadi over atau berlebihan yang dapat mengakibatkan pengikisan pada piston atau boros busi karena pengapian akan menjadi luar biasa. Menurut pengalaman sigit lompatan api dari coil bisa mencapai 10cm lebih (wuihhh ngeri ga tu). penggunaan coil bekasi ini dengan harapan sudah ada penurunan tegangan pada coil. Sedangkan penggantian kabel dengan tujuan agar kabel tidak terbakar pada saat perjadi aliran listrik.

Modifikasi Pengapian Vespa menggunakan Coil Mobil
Busi Racing
Selain coil bekas dan penggantian kabel yang perlu diperhatikan adalah busi dari vespa itu sendiri. Sigit menyarankan agar menggunakan busi racing. Mengapa demikian? Karena dari hasil pengalaman pemakaian busi biasa hanya bisa bertahan antara 4-7 hari hal ini disebabkan oleh dioda pada busi biasa akan habis terkikis pada saat pembakaran. Jika menggunakan busi racing, busi akan menjadi agak awet.

Faktor yang ga kalah peting yang perlu diperhatikan adalah settingan mesin. Karena pengapian yang sangat besar maka proses pembakaran akan semakin cepat. Sigit menjelaskan jika pada pengapian biasa bahan bakar akan terbakar pada saat piston menekan campuran bahan bakar dan udara pada kubah blok maka baru terjadi ledakan akibat pembakaran. Namun jika memakai coil mobil maka sebelum piston mencapai titik tolak bahan bakar sudah terbakar dan terjadi ledakan maka terjadilah yang disebut knocking dan bisa dipastikan piton stang seher dan as kruck anda siap-siap jadi korban. Untuk mengatasinya butuh sedikit korekan pada block namun hanya mekanik yang sudah berpengalaman saja yang bisa dan tau perhitungannya.

Untung dan Ruginya Modifikasi Pengapian Vespa menggunakan Coil Mobil

Sebelum melakukan modifikasi pengapian vespa menggunakan coil mobil. Sigit menyarankan agar anda mempertimbangkan untung ruginya. Keuntungan memodifikasi pengapian vespa menggunakan coil mobil ini adalah vespa jadi lebih bertenaga, lebih ngacir dan pembakaran sempurna. Namun Sigit juga mengingatkan akan hal-hal buruk yang bisa terjadi misalnya piston yang berlubang karena pengapian yang besar membuat piston anda terkikis, stang seher dan as kruck yang hancur akibat knocking dan mesin mogok akibat padas yang berlebihan pada mesin vespa. Nah sebelum anda mencoba ada baiknya anda pertimbangkan dulu matang-matang.-

Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun

VESPA 98 SERI PERTAMA 1946
MESIN: 2t, 98 cc
Bore: 50 mm.
STROKE: 50 mm.
TENAGA: 3,2 hp pada 4500 rpm.
KECEPATAN: 3 Kecepatan
POWER: Porting silinder Piston, Dell’Orto T2 16/17 (model awal), Dell’Orto TA 17 tanpa filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: baja pegas, bantalan karet di bagian belakang
Rem: depan drum, belakang drum
LAMPU: Posisi depan 5W 6V, lampu depan rendah 15W 6V, belakang 6V 5W
KLAKSON: 12v 25W
WARNA: Grey (Kode 8003M)
RUST: Red Opaque Fund (Kode 10055M)
TANKI: 5 liter
KECEPATAN: 60 Km / jam
SASIS: V98 1001-2484
1946 Vespa98 336x176 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA 98 SERI KEDUA 1946
ENGINE: 2t, 98 cc
Bore: 50 mm.
STROKE: 50 mm.
POWER: 3,2 hp pada 4500 rpm
SPEED: Kecepatan 3
POWER SUPPLY: Porting yang Piston silinder, Dell’Orto TA 17 tanpa filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: baja pegas, bantalan karet di bagian belakang
Rem: depan drum, belakang drum
LAMPU: Front posisi 5W 6V, 15W 6V balok depan rendah, belakang 6V 5W
HORN: 12v 25W
WARNA: Grey metalik (Kode 8000M)
RUST: Dana Buram Merah (Kode 10055M)
TANK: 5 liter
SPEED: 60 Km / jam
CHASSIS: V98
1946 Vespa98 2 336x190 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA 98  SERI KETIGA 1947
ENGINE: 2t, 98 cc
Bore: 50 mm.
STROKE: 50 mm.
POWER: 3,2 hp pada 4500 rpm
SPEED: Kecepatan 3
POWER SUPPLY: Porting yang Piston silinder, Dell’Orto TA 17 tanpa filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: baja pegas, bantalan karet di bagian belakang
Rem: depan drum, belakang drum
LAMPU: Lampu Depan biluce 6V 5W-15 W, 5W belakang 6V
HORN: 12v 25W
WARNA: Grey metalik (Kode 8000M)
RUST: Dana Buram Merah (Kode 10055M)
TANK: 5 liter
SPEED: 60 Km / jam
CHASSIS: V98
1947 Vespa98 3 336x184 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA 98 SERI KEEMPAT 1947
ENGINE: 2 kali, 98 cc
Bore: 50 mm.
STROKE: 50 mm.
POWER: 3,2 hp pada 4500 rpm
SPEED: Kecepatan 3
POWER SUPPLY: Porting yang Piston silinder, Dell’Orto TA 17 tanpa filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: baja pegas, bantalan karet di bagian belakang
Rem: depan drum, belakang drum
LAMPU: Lampu Depan biluce 6V 5W-15 W, 5W belakang 6V
HORN: 12v 25W
WARNA: Abu-abu metalik (8000M Meyer Max Code)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 5 liter
SPEED: 60 Km / jam
CHASSIS: V98 terakhir 18079
1947 Vespa98 4 336x199 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa 125 Bacchetta (V1T – V14T) 1948-1949
ENGINE: 2-stroke 124,8 cc
Bore: 56,5 mm.
STROKE: 49,8 mm.
SPEED: 3 Speed
POWER: Porting silinder Piston, Dell’Orto TA 17 filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: coil spring, coil spring dan suspensi hidrolik pada bagian belakang
Rem: Front Drum, Belakang Drum
SISTEM LISTRIK: 6V
WARNA: Hijau metalik (Kode Max Meyer 6000m)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 5 liter, subjek
SPEED ‘: 70 Km / jam
FRAME: V1T – V14T
1948 Vespa125 336x204 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
1948
1949 Vespa125 336x209 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
1949
Vespa 125 Bacchetta (V15T) 1950
ENGINE: 2-stroke 124,8 cc
Bore: 56,5 mm.
STROKE: 49,8 mm.
SPEED: 3 Speed
POWER: Porting silinder Piston, Dell’Orto TA filter 17B
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: coil spring, coil spring dan suspensi hidrolik pada bagian belakang
Rem: Front Drum, Belakang Drum
SISTEM LISTRIK: 6V
WARNA: Hijau metalik (Kode Max Meyer 6000m)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 5 liter, subjek
SPEED: 70 Km / jam
FRAME: V15T frame terakhir 104096
1950 Vespa125 336x199 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa 125 V30T – V33T (1951-1952)
ENGINE: 2-stroke 124,8 cc
Bore: 56,5 mm.
STROKE: 49,8 mm.
POWER: 4,5 hp pada 5000 rpm
SAFC: 6,4:1
SPEED: Kecepatan 3
POWER: Porting silinder Piston, Dell’Orto TA filter 17B
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: coil suspensi semi dan sull hidrolik, coil spring dan suspensi hidrolik pada bagian belakang
Rem: depan drum, belakang drum
SISTEM LISTRIK: 6V
WARNA: Hijau metalik (6002M Meyer Max Code)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 5 liter, subjek
SPEED: 70 Km / jam
FRAME: V30T – V33T 104097-251820
Vespa 125 V30T V33T 1951 280x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
1951
Vespa 125 V30T V33T 1952 280x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
1952
Vespa 125 U VU1T (1953)
ENGINE: 2-stroke 124,8 cc
Bore: 56,5 mm.
STROKE: 49,8 mm.
POWER: 4,5 hp
SAFC: 6,4:1
TRANSMISI: 3 Speed, 3-disc kopling dipangkas
POWER: Porting yang Piston silinder, Dell’Orto TA 17 B filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: coil spring dengan fleksibilitas sull variabel, ganda shock absorber hidrolik pada bagian belakang
Rem: depan drum, belakang drum
SISTEM LISTRIK: 6V AC
Lampu depan: lampu pada diameter, stang 95 2 lampu
WARNA: Hijau Pastel (Kode Max Meyer 1.298.6334)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 6,25 liter, subjek
SPEED: 65 Km / jam
FRAME: VU1T 1001-7001
Vespa 125 U VU1T 1953 336x218 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa 125 VM1T – VM2T (1953-1954)
ENGINE: 2-stroke 123,7 cc
Bore: 54 mm.
STROKE: 54 mm.
POWER: 4,5 hp pada 5000 rpm
SAFC: 6,5:1
SPEED: Kecepatan 3
POWER: Porting Piston ke silinder, Dell’orto 18C filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: coil suspensi semi dan sull hidrolik, coil spring dan suspensi hidrolik pada bagian belakang
Rem: depan drum, belakang drum
SISTEM LISTRIK: 6V
WARNA: Gray (15048M Meyer Max Code)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 6,25 liter,
SPEED: 75 Km / jam
FRAME: VM1T 001001-085870
VM2T 0085871-0176014
Vespa 125 VM1T VM2T 1953 280x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
1953
Vespa 125 VM1T VM2T 1954 282x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
1954
Vespa 125 VN1T (1955)
ENGINE: 2-stroke 123,7 cc
Bore: 54 mm.
STROKE: 54 mm.
POWER: 4,5 hp pada 5000 rpm
SAFC: 6,5:1
TRANSMISI: 3 Speed, 3-disc kopling dipangkas
POWER: Porting yang Piston silinder, Dell’orto 18C filter
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: pegas kerucut fleksibilitas dan variabel sull peredam hidrolik Efektif ganda, suspensi coil spring biconical dan efek variabel yang fleksibel ganda hidrolik pada bagian belakang
Rem: Front Drum, Belakang Drum
SISTEM LISTRIK: 6V AC
LAMPU DEPAN: diameter 105 cahaya, lampu 6V biluce – 25/25W)
LAMPU BELAKANG: 6V – 5W
WARNA: Gray (15048M Meyer Max Code)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 6,25 liter,
SPEED: 75 Km / jam
FRAME: VN1T dari 01.001 ke 050.100
Vespa 125 VN1T 1955 261x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa Struzzo 150 VL1T (1955)
ENGINE: 2-stroke 145,6 cc
Bore: 57mm.
STROKE: 57 mm.
POWER: 5,4 hp pada 5000 rpm
SAFC: 6,3:1
TRANSMISI: 3 Speed, 3-disc kopling dipangkas
POWER: Porting yang Piston silinder, Dell’Orto TA 18 D dengan filter udara
RODA: 3.50 × 8
SUSPENSI: pegas kerucut fleksibilitas dan variabel sull peredam hidrolik Efektif ganda, coil spring koaksial variabel fleksibilitas biconical ke hidrolik shock belakang
Rem: Front Drum, Belakang Drum
SISTEM LISTRIK: Bersama 6V AC dan DC 6V (6V baterai – 7 Ah) DI kumparan alternator, eksternal dan rectifier 32 W
LAMPU DEPAN: diameter 105 cahaya, lampu 6V biluce – 25/25W Posisi + 6V lampu – 3W)
LAMPU BELAKANG: 6V – 5W
HORN: 6V – 10W
WARNA: Gray (15048M Meyer Max Code)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 6,25 liter, subjek
SPEED: 83 km / h
FRAME: VL1T 1001-17000
Vespa Struzzo 150 VL1T 1955 258x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa 150 GS VS1T (1955)
ENGINE: 2-stroke 145,6 cc
Bore: 57mm.
STROKE: 57 mm.
POWER: 8 hp pada 7500 rpm
SAFC: 07:01
TRANSMISI: 4 Kecepatan, 3-disc kopling dipangkas
POWER: Porting silinder Piston, Dell’orto UB23S3 dengan filter udara
RODA: 3.50 × 10
SUSPENSI: coil fleksibilitas pegas kerucut dan variabel Double bertindak shock absorber hidrolik sull, coil fleksibilitas musim semi variabel koaksial biconical ke hidrolik shock belakang
Rem: Drum depan (ventilasi dengan 59), belakang drum (ventilasi sebesar 59)
SISTEM LISTRIK: Bersama 6V AC dan DC 6V (6V baterai – 12 Ah) DI kumparan alternator, eksternal dan rectifier 32 W
LAMPU DEPAN: diameter 115 cahaya, lampu 6V biluce – 25/25W Posisi + 6V lampu – 3W)
LAMPU BELAKANG: 6V – 5W (+ 6V – 10W model dengan lampu rem)
WARNA: Grey metalik (Kode Max Meyer 15005M)
RUST: Dana Buram Merah (10055M Meyer Max Code)
TANK: 12 liter termasuk cadangan.
SPEED: 101 km / h
FRAME: VS1T dari 001.001 menjadi 0013,300 (tahun 1955)
Vespa 150 GS VS1T 1955 336x232 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA JERMAN
Vespa Hoffmann
Pada tahun 1950 Vespa dibuat di bawah lisensi oleh pabrik Hoffmann di Lintorf. Apa yang disebut “Hoffmann”-Vespa yang tersedia dengan pergeseran-stick dan kemudian dengan perubahan kabel terkontrol-gear. Pada tahun 1954 model “Königin” (ratu) diperkenalkan dengan cahaya-fender dan lampu pada handlebar. Bagian Mesin dan bagian tubuh yang paling identik dengan model fender-cahaya italian.
Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang.   Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut.
Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan pihak Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya.   Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf.   Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar Jerman.
Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut.   Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di Jerman dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar Jerman. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat.   Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh Jerman Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark.  Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt.   Tahun 1950, vespa Hoffmann telah diproduksi di Jerman.
Vespa tersebut ternyata cepat populer di Jerman, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylist serta memuji Piaggio atas ciptaannya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik.   Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya.   Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya.  Dalam kondisi perekonomian Jerman yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia berinisiatif menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus.
Kemudian (pada 1954) ia menciptakan Vespa dengan sebutan model “Königin” (ratu) yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan krom serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann.  Pembuatan skuter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar.
BvRCEzmkKGrHqFi8Ev10E RuBMD2smPz2w 12 336x252 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa Messerschmitt
Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955.  Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren 1-2 dan GS 1-3 yang diklaim lebih dahsyat.    T1 dan T2 mempunyai ban 10 inchi dan merupakan mesin 150 pertama.  T2 mempunyai kabel kontrol terbuka / terlihat di luar.  GS1 mirip dengan T2 dengan kabel kontrol terbuka dan ban 10 inchi tipe tertutup.  Hanya tersedia warna silver (kecuali model yang dieksport ke UK).   Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.
97f8abf2bb 336x252 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa GmbH Augsburg
Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt.   Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi.  Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958.   Produk vespa Augsburg antara lain T1-2 125, T3-4 150, GL, Sprint, GS4.   T3 mempunyai kabel kontrol tertutup seperti pada GS3 dan mempunyai roda 10 inchi.   Model Jerman spesial 125 T1 dan T2 mempunyai ban 8 inchi dan 150 T4 mempunyai ban 10 inchi sangat mirip dengan model Italia VNA-VBB.  Panel samping pada model Italia memang kurang diperhatikan.  Kelistrikan diubah dari AC menjadi DC dan memberikan peluang untuk memasang mesin seri-P pada rangka ini.   GS4 merupakan suksesor dari GS3 yang masih tradisional.   Model ini hanya berwarna putih dan diubah sistem kelistrikannya dari AC tanpa batere menjadi DC dengan batere.   Mereka juga melakukan hal yang sama terhadap GL dan di kemudian hari model Sprint yang dibangun paralel.   Indikator dipasang di panel samping sementara switch, klakson, dan tipe reting tidak diubah.   Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak.  Pada kelanjutannya Jerman kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy.
GS160 1 336x252 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA PRANCIS

Vespa 50 dengan Pedal
Vespa di Prancis diproduksi oleh perusahaan ACMA (Ateliers de Construction de Motocycles et Automobiles) di bawah lisensi perusahaan induk di Italia.  Hukum Prancis saat itu memungkinkan anak berumur 14 tahun mengendarai sepeda motor, karena itu lahirlah vespa 50 dengan pedal pada tahun 1970 yang membuat vespa ini bisa pula dikayuh dengan kaki (seperti sepeda) saat kehabisan bensin di jalan.
post 27167 127050947149 thumb 336x272 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke TahunVespa ACMA
Vespa ACMA pada awal 1950an sudah menggunakan batok lampu di setang tetapi masih terpisah dengan speedometer.   Setelah itu batok lampu disatukan dengan speedometer dengan desain yang eksotik.
acma 336x272 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa 150 TAP
Merupakan vespa yang diproduksi di Prancis untuk keperluan perang.   Vespa dimodifikasi untuk mengangkut senjata M20 (M20 75 mm recoilless rifle) yang digunakan pada tahun 1950an oleh AU Prancis (French Airborne Forces /Troupes aéroportées/TAP).  Diproduksi oleh pabrik Ateliers de Construction de Motocycles et Automobiles (ACMA), perusahaan di Prancis yang diberi lisensi oleh Vespa pada tahun 1956 hingga 1959.
Dilengkapi dengan senjata bazoka handal M20 buatan Amerika yang ringan, anti tank, dan anti hentakan balik saat ditembakkan karena adanya gas propelan.   Bobotnya sangat ringan jika dibandingkan dengan meriam standar 75mm lainnya tetapi masih mampu menembus baja berketebalan 100 mm dengan hulu ledak yang disebut HEAT (High Explosive Anti tank).   Skuter akan dijatuhkan dari udara dengan parasut dobel, masing-masing dikawal oleh dua orang sebagai satu tim.  Jadi, dibutuhkan lima parasut untuk setiap tim agar bisa membawa 2 orang kru, senjata, amunisi, dan dua skuter.  Bazoka akan dimuat di satu skuter, sementara amunisi dimuat di skuter satunya.  Barulah mereka segera melaju untuk mendekati musuhnya, meskipun rumornya mereka lebih sering mendorongnya daripada menaikinya. icon smile Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun  Selain itu, karena tidak adanya jenis perangkat recoilless rifle yang dirancang untuk ditembakkan dari skuter, bazoka ini harus dipasang pada tripod yang juga dimuat oleh skuter, sebelum ditembakkan.  “Vespa Bazoka” ini dibandrol dengan harga sekitar $500 sementara harga M20 jauh di atasnya.  Sekitar 800 skuter ini dikerahkan dalam Perang di Aljazair (1954 – 1962).
Spesifikasi :
* Panjang: 6 kaki 10 inchi (2.08 m)
* Berat: 114.5 lb (52 kg)
* Bazoka: bisa dipegang tangan kanan
* Jangkauan: (HEAT) 7000 yard (6.4 km)
* Kecepatan peluru: (HEAT) 1000 kaki/detik (300 m/detik)
* Peluru: 75 × 408 mm. R
* Kaliber: 75 mm. (2.95 inches)
* Berat sekeliling:
o HE: 21.86 lb (9.92 kg)
o HEAT: 20.54 lb (9.32 kg)
o Asap (T40, WP): 22.61 lb (10.26 kg)
* Penetrasi baja: 4 inches (100 mm)
MotorbikeCannon 336x240 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA INGGRIS
Perusahaan Douglas dari Kingswood, Bristol, memulai produksi sepeda motor pada tahun 1907.   Pada tahun 1948, perusahaan tersebut bangkrut.   Ketika berlibur di Italia, Managing Director Claude McCormack melihat sebuah Vespa dan segera membuat perjanjian dengan Piaggio untuk memproduksi vespa di bawah lisensi di Bristol.
Model Rod 1951-1955
“Rod” adalah istilah retro mengacu pada mekanisme perubahan gigi.   Skuter ini dipasarkan hanya sebagai “Vespa 125″ dengan spek Piaggio 1949 yang baru saja diganti.   Namun produksi baru terealisasi pada April 1951.   Batok lampu depan dipindahkan ke perisai untuk menghormati peraturan penerangan lokal (mungkin maksudnya agar tidak silau di mata pejalan kaki).
rod 336x252 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Model G 1953-1954
Sama dengan model sebelumnya dengan perubahan kabel gir.
doulas vespa scooter b 336x222 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
GL2 1954-55
Mesin dengan transfer port twin yang up to date dipasang di sasis 1949 yang diperbarui.
GL2 1954 55 336x251 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
42L2 1955-1956
Akhirnya menggunakan sasis gaya baru dan batok lampu dipindahkan ke setang.
42L2 1955 56 336x251 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
92L2 1956-1959
Merupakan modifikasi dari 42L2 dengan perubahan pada tanki yang diperbesar kapasitasnya dan ceruk di bawah pengendara yang lebih cekung.
 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
102L2 1957
Merupakan vespa 92L2 dengan mesin 150cc yang diimpor dari Piaggio.   Hanya segelintir dibuat dan merupakan buatan tangan.
102L2 1957 336x224 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
152L2 1959-1960
Sebuah model benar-benar baru diperkenalkan sekitar satu tahun setelah Piaggio.  Bagian belakang casing dibangun dalam dua bagian dengan jahitan di bagian tengah dan pembawa mesin sekarang tidak terpisahkan dengan bak mesin. Ketika permintaan melampaui pasokan, sejumlah model Piaggio setara (yang VNA) diimpor.
152L2 1959 6 336x224 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Sportique 1961-1965
Douglas menyetop produksi vespa 125cc dan membangun pengganti model Piaggio 150cc (VBB).    Dalam upaya menghentikan laju penurunan penjualan, sejumlah edisi spesial dengan aksesoris yang masih tergolong standar pun dikeluarkan.   Bisa dilihat Supreme 1962 silver dan Grand Luxe warna emas.   Pada tahun 1965, sebelum produksi Vespas berhenti, sempat dirilis Grand Tourer dalam warna merah marun metalik.
Sportique 1961 65 336x224 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
232L2 1962
Salah satu model Vespa 125cc yang diproduksi dalam jumlah sangat kecil pada tahun 1962.
232L2 1962 336x197 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA AMERIKA
Vespa 100 Sport
45 2 237x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa 50
IMG0073A Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa Allstate
DSC03119 336x252 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Vespa Sear
Vespa Primavera Sear Blue Badge 252x336 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
VESPA BALAP
  • Pada 1947 muncul Vespa 98 tipe Corsicana 98cc menggunakan karburator 17 mm tipe sport.
Vespa Corsican 98cc 1947 336x203 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
  • Pada tahun yang sama, 1947, keluar Vespa 98 tipe Korsika (Circuit) 98cc.
Vespa 98cc type %E2%80%9CCorsican Circuit%E2%80%9D 1947 336x227 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
  • Pada 1949, Vespa sebenarnya mulai mendapatkan tempat yang baik di sirkuit balap, dengan vespa Corsa 125 balapnya  “telaio di lega” (sasis campuran) GP racer.
%E2%80%9CCorsican%E2%80%9D Vespa 125cc 1949 19501 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
  • Pada tahun 1949 juga keluar Vespa 125 Circuit
Vespa 125cc type %E2%80%9CCircuit%E2%80%9D 1949 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
  • Vespa Montlhéry merupakan skuter legenda, diproduksi tahun 1950 untuk memecahkan rekor dunia di sirkuit Prancis.  Berhasil mencatatkan 17  rekor dalam 10 jam.   Vespa ini mempunyai daya tahan streamline dan merupakan skuter balap kecepatan di tanah yang memecahkan lebih dari tujuh belas rekor dunia termasuk lari 1 jam dengan kecepatan rata-rata 134km /jam, lari 100 mil dengan kecepatan rata-rata 129.7km / jam; dan lari 1.000 mil dengan kecepatan rata-rata 124.3km / jam!
Vespa 125cc %E2%80%9CMontlh%C3%A9ry%E2%80%9D 1950 336x188 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
  • Vespa 125 Sei Giorni (enam hari) digunakan oleh Joseph CAU untuk memenangkan balapan.
Vespa 125cc Sei Giorni 1951 336x201 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
  • Vespa Siluro (=Torpedo) atau disebut juga Catfish (=Lele) merupakan salah satu mesin Vespa yang mengguncangkan dunia kendaraan multi-silinder.   Didesain oleh desainer handal Piaggio yaitu D’Ascanio dengan fitur spesial berupa counter-opposing pistons, maka Siluro menjadi Vespa super-streamline yang menggunakan mesin twin horizontal-menentang 124,5 cc dan menghasilkan lebih dari 17 HP pada 9500 rpm.   Pada 1951, Siluro dikendarai oleh Dino Mazzoncini memecahkan rekor kilometer di 21,4 detik dengan kecepatan rata-rata 171,1 124.3km /jam.
Vespa 125cc %E2%80%9CCATFISH%E2%80%9D 1951 Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
Sumber: motorlama.com,scootersemok.blogspot.com
Vespa V30, 1951

Vespa VL1, 1955

Vespa GS V2, 1956

Vespa GS Mk1, 1962

Vespa Super-Sprint 90, 1965

Vespa Primavera, 1968

Vespa Rally, 1972

Vespa New PX, 1998/1999

Vespa ET4, 2001

Vespa LX, 2005-2007

Vespa GTV, 2007-2008

Vespa S, 2008
Read more: http://www.catalinggo.com/berbagai-jenis-vespa-dari-tahun-ke-tahun.html#ixzz21zIqdDIN