Rabu, 29 Februari 2012

13 Buah yang Berkhasiat dan Bermanfaat Bagi Kesehatan

Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.
Di bawah ini kita dapat melihat kandungan zat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang banyak di sekitar kita :
1. BUAH TOMAT
* tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.
* tomat dapat membantu membersihkan hati dan darah kita.
serta dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- gusi berdarah.
- rabun senja / kotok ayam.
- penggumpalan darah.
- usus buntu.
- kanker prostat dan kanker payudara.
2. BUAH PEPAYA
* pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.
* pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan, melancarkan saluran pencernaan makanan.
dan dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- menyembuhkan luka.
- menghilangkan infeksi.
- menghilangkan alergi
3. BUAH PISANG
* pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
* pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.
* pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- gangguan pada lambung.
- penyakit jantung dan stroke
- stress
- menurunkan kadar koleterol dalam darah.
4. BUAH MANGGA
* mangga mengandung vitamin A, E dan C.
* mangga dapat bertindak sebagai disinfektan dan dapat membersihkan darah.
mangga jg dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.
- menurunkan panas tubuh saat demam.
5. BUAH STRAWBERRY
* stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.
* stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.
strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.
- menjadi anti virus
- menjadi anti kanker
6. BUAH APEL
* apel mengandung vitamin A, B dan C.
* aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menjadi zat anti kanker.
- mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.
7. BUAH JERUK
* jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
* jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.
jeruk jg dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- mengobati sariawan.
- menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
8. BUAH PEAR / PIR
* pear mengandung vitamin C dan provitamin A.
* pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.
pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- menurunkan demam / panas tubuh.
- mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.
9. BUAH JAMBU (BIJI MERAH)
* jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.
* jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.
jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menurunkan kadar kolesterol darah
- mengobati infeksi.
- menjaga mengobati sariawan.
- memperlancar peredaran darah.
- melancarkan saluran pencernaan.
- mencegah konstipasi.
10. BUAH SEMANGKA
* semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.
* semangka dapat menjadi antialergi.
semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menurunkan kadar kolesterol.
- mencegah dan menahan serangan jantung.
11. BUAH MELON
* melon mengandung vitamin C dan provitamin A.
* melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.
melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- mencegah darah menggumpal.
- membersihkan kulit.
- menlancarkan saluran pencernaan.
- menurunkan kadar kolestrerol.
12. BUAH WORTEL
* wortel kaya akan vitamin A.
* wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.
wortel jg mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.
- menjaga hati tetap sehat.
13. BUAH BELIMBING
* belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.
* belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.
belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menurunkan tekanan darah.
- menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.
Sehat alami tanpa bahan kimia?? buah2an segar solusinya!!

Manfaat Buah-buahan Sebagai Obat Alami

Buah-Buahan adalah salah satu bahan pangan yang mudah diolah dan dimakan, mempunyai rasa atau aroma menggiurkan, dan penuh dengan vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Buah-buahan juga mengandung sedikit kalori dan lemak, baik untuk menjaga agar tidak menderita obesitas meski dimakan dalam jumlah banyak.

Pepaya
Sepertibuah-buahan lain berwarna jingga, pepaya mempunyai kandungan beta karoten tinggi. Karena itu baik untuk kesehatan kulit, Mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Sepotong pepaya ukuran sedang, telah memenuhi 2 kali kebutuhan minimum akan vitamin C.
  • Baik unutk problema pencernaan
  • Baik untuk menjaga kesehatan kulit dan meingkatkan sistem imunitas tubuh
Jambu Biji
Jambu biji yang berwarna merah, kaya akan vitamin C. Satu buah ukuran sedang, memenuhi 5 kali kebutuhan vitamin C dalam sehari. Kadar vitamin C tertinggi terdapat pada buah yang setengah matang.
  • Bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh dan menyeimbangkan kadar kolesterol dalam darah
  • Melindungi jantung dan menghambat pertumbuhan kanker
Semangka
Bijinya dikenal sebagai pembasmi cacing perut dan mampu menyembuhkan infeksi saluran kencing dan ginjal. Caranya, biji semangka direbus selama 30 menit, dan airnya diminum. Secara umum semangka telah terbukti menstimulasi kesehatan ginjal dan melancarkan buang air besar.
  • Baik untuk penderita sulit buang air besar, mereka yang bermasalah dengan buang air kecil, penderita reumatik gout dan arthritis.
Nanas
Kadar vitamin C dalam nanas tidak sebanyak pepaya dan jeruk, namun mengandung serat tinggi, sehingga ampuh untuk obat konstipasi. Nanas mengandung enzim bromelin yang mampu memecah lemak yang ada dalam darah dan yang menempel di dinding pembuluh darah.
  • Berkhasiat meredakan masalah pencernaan, menurunkan demam, menyembuhkan radang tenggorokan, dan menyembuhkan luka pada jaringan kulit
  • Merupakan pelindung jantung
Mangga
Mengkonsumsi sebuah mangga ukuran sedang mencukupi dua kali kebutuhan vitamin C harian, 2/3 vitamin A, 1/2 vitamin E, dan 1/4 serat. Mangga juga memiliki kadar potasium, besi, dan sam nikotinik.
Mangga konon berasal dari india dan merupakan buah musiman. Karena itu, jika musim mangga, sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya.
  • Baik untuk meredakan masalah kulit, meningkatkan imunitas tubuh, proteksi terhadap kanker, dan memulihkna kesehatan lebih cepat sesudah sakit
  • Dalam keadaan belum matang, mangga muda bisa membuat iritasi usus yang menyebabkan sakit perut
Jeruk Lemon
Jeruk lemon sudah lama dikenal sebagai obat kudis jauh sebelum vitamin C diidentifikasi. Mengandung kadar vitamin C yang mencukupi kebutuhan tubuh lebih dari sehari, lemon juga mengandung beberapa jenis vitamin B, E, potasium, dan beberapa mineral mikro yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
  • Berkhasiat meningkakan sistem pertahanan tubuh
  • Mampu menanggulangi masalah pencernaan sariawan, dan radang gusi
  • Dipercaya menyembuhkan penyakit-penyakit saluran pernapasan
  • Air jeruk lemon bersifat antibakteri, merupakan obat jerawat yang efektif
  • Air jeruk lemon jika dilarutkan dalam air hangat dengan perbandingan yang sama, baik untuk masker wajah yang berminyak
Stroberi
Seorang ahli botani dari Swedia, menyatakan bahwa buah stroberi baik untuk menyembuhkan penyakit reumarik. Dipercaya menurunkan hipertasi, sebagai obat untuk mengeliminasi batu ginjal. Membuat buah stroberi baik untuk mempertahankan imunitas tubuh, sebagi obat anemia, dan meredakan rasa lelah.
  • Baik untuk menangkal kanker dan penyakit-prnyakit rematik
  • Awas! stroberi juga bisa menimbulkan alergi pada orang-orang yang sensitif
Apel
Para peneliti Perancis, Italia dan Irlandia menemukan bahwa makan dua buah apel per hari, dapat menurunkan kolesterol 'jahat' dalam darah sebanyak 10%, sedangkan pektin mampu mengeliminasi polusi metal berat seperti timah dan air raksa, dan membantu tubuh untuk membuangnnya.
  • Baik untuk melindungi jantung dan melancarkan sirkulasi tubuh
  • Baik untuk mengobati konstipasi dan diare
Pir
Kandungan nutrisi buah pir sering terlupakan, buah ini hannya dianggap sebagai pencuci mulut. Padahal ini merupakan sumber serat terlarut, pektin yang handal. Sangat baik untuk melancarkan buang air besar dan menurunkan kolesterol 'jahat'. Buah pir juga mengandung vitamin C yang tinggi, vitamin A, potasium, dan sedikit vitamin E.
  • Baik untuk meningkatkan energi, pemulihan kesehatan, konstipasi, dan menyeimbangkan kolesterol darah
  • Hati-hati, buah pir segar mengandung sejenis gula, surbitol, jika dikonsumsi dalam jumlah besar bisa menyebabkan diare pada orang-orang yang sensitif
Anggur
Konon jus anggur selalu diminum oleh tokoh india Mahatma Gandhi, jika sedang berpuasa. Jus anggur dipercaya mampu mengobati masalah kulit dan radang saluran kemih. Bagi anda yang ingin menurunkan berat badan, ikuti pola makan khusus, yaitu selama 2 hari hanya makan anggur. Diet ini diulang setiap 10 hari.
  • Baik untuk penderita anemia, kelelahan, kehilangan berat badan dan pemulihan setelah sakit
  • Bermanfaat untuk memproteksi kanker
Kiwi
Tidak hanya bagus untuk dijadikan hiasan pada berbagai jenis menu, tetapi belahannya yang cantik ini kaya akan berbagai nutrisi. Vitamin C yang 2 kali lipat dibanding jeruk, dan kandungan seratnya yang lebih banyak daripada apel.
  • Meningkatkan daya imunitas tubuh, menanggulangi masalah kulit dan pencernaan
Alpukat
Alpukat kaya akan unsur potasium yang berkhasiat meredakan depresi.Juga mengandung kadar vitamin B6 yang mampu meredakan sindrom prahaid. Vitamin E dan B dalam alpukat juga mampu mengurangi stres dan masalah seksual seperti infertilitasi dan impotensi.
Minyak alpukat digunakan sebagai masker untuk perawatan kulit, menghilangkan kerut, dan membuat kulit muda dan bersinar kembali. Ini disebabkan alpukat mengandung vitamin A dan E.
Lemak alpukat mudah dicerna dan mengandung zat anti jamur dan anti bakteri. Alpukat sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang baru sembuh dari sakit berat.
  • Baik untuk jantung, sirkulasi dan kulit
  • Membantu meredakan rasa sakit pada penderita sindrom prahaid
  • Melindungi tubuh dari kanker

Hexagonal Beam in 3 hours..

Over the last few years, I have heard guys using Hexbeam antennas. As this antenna was new to me,  I got a few of these stations to rotate their beams so I could see the front-to-back ratio. I also got descriptions as to how they were put together, how they performed etc.


( Rough drawing of beam construction )

As I collected information from various HEX users, the main attributes became apparent...
  1. The HEX has a very small wingspan, BUT....NO LOADING COILS OR TRAPS!! (Therefore it does not have the losses associated with such devices)
  2. It appears to perform much as a full size 2 element yagi, but with a better match to 50 Ohm coax, comparable gain and f/b, but with a bit less bandwidth
  3. Physically, it is very light and strong. It can be multibanded by nesting elements one inside the other, like a multi-band Quad.
  4. As it is hexagonal in shape, it has no "bias" in windy conditions, so a very small rotator is sufficient.

This antenna seemed to me to be a good contender for two different types of Ham..
Number one is the guy who has a small lot in a town or city... He probably needs an effective multiband beam, that both he AND the neighbours can live with..
Number two is the guy who has lots of space, has good HF beams already,(20 thru' 10M) and perhaps needs something for 30, 40 and even 80M
Stations that I spoke to, who were using this antenna appeared to be very happy with the performance, and as I could observe about 5 S points f/b ratio on most of their signals, I was hooked...!
I decided one Saturday morning, to build a monoband 17M Hexagon just for evaluation purposes. If the exercise was a success, I would build a 30 and 40M interlaced version.

I proceeded as follows.......

Saturday 18th August 2001 13:30
I took one of the timber end "cheeks" from an empty coax cable drum, drew lines from the centre at 60 degree intervals, and drilled two holes each side of these lines.
I took six glassfibre rods about 8ft long, and 1/2 ins O/D tapering to about 1/8th ins O/D, and tied them to the timber hub using TY Wraps as in the photos below...




14:30
I cut a driven element to the formula 468/f (wrong formula as it turned out...) and attached it to the glass fibre arms, followed by the reflector cut 3 % larger..



15:30
Elements attached...HEX airborne at about 5ft high....!! Resonance all wrong...Swift recalculations...New formula is 520/f...Made the reflector 4% larger

Aha!!! That's better.....Resonant in the band..f/b could be much better...only 3 S points...We'll get that right soon.. HEX at 15ft high...Quad at 35ft high..HEX about 1 S point down on the quad....HMmmmmm...That's not bad...Looks as if this could be what I need on 40 and 30M..

16:30

If you guys n' gals are NOT homebrewers (tut tut..! Shame on you) you may be interested/relieved to know that these antennae are produced commercially by Traffie Technology There's lots of info and pics there of course. I have commented to a number of commercial HEX-BEAM users that they appeared to me to be a bit expensive.  ALL assured me that they are very happy with the product, and that they are built to an extremely high standard..

  Here's a couple pics of Bill W5ONX's homebrew  HEX... I have worked him on it, and it works a treat. You can probably catch him on 17m..


And this is Brian 7Q7BP and Janet 7Q7YL's fine HEX atop their homebrew tower..
 What a beautiful QTH...!


PLEASE NOTE...
        The above antenna was an experiment... It confirmed for me the fact that this is an antenna that works extremely well, in spite of the fact that it is really small and tidy.... HOWEVER...! I am NOT an expert on the Hexagonal Beam. If you need more information, you should join the Hex-beam afficionados at http://groups.yahoo.com/group/hex-beam/ .. There you will find the real experts VK2DPD, DL7IO etc, etc... Many of these guys have homebrewed mono and multiband HEXs, and they now have uncovered pretty well all of the secrets..
   Not all are homebrewers of course..Many of the subscribers are satisfied users of the commercial product from Mike Traffie at Traffie Technology 



> I want to be sure that I have the formula correct 520/f is the driven
> element formula.  The Reflector is then made 4% larger than this.  Is
> that correct? 
 
Nope.. As I stated above , my formula was "off the mark".... The guys on the HEX reflector all agree the following...
 
Driven Element = 6180/Freq
 Reflector = 6262/Freq
 Tip Space (Driven Element) = 102/Freq
 
 Tip Space (Reflector) = 65/Freq
Overall Tip Space = 145/Freq
Answers in inches...
(A pic to explain the Tip spacing formulae.. )
 
>If this is so, then won't the reflector be a bit higher
> than the driven element?
 
No.. The elements for each band will be at the same height, but each band will be at a slightly different height to the others bands.


> I take it the lower frequency bands are mounted higher up on the center
> post.  Is there a critical distance by which the bands are separated in
> height along the center post? 
 
This will depend on how much "bend" you have on the spreaders.. The bend
depends on how stiff the spreaders are. There is a bend on the spreaders so
that they will pull on the elements to keep them taut.. The stiffer the
arms, the less bend you need. (and the shorter the centre pole..)
 
>Or is it just by where they fall along
> the bend of the arms?
 
Just by where they fall along the bend of the arms ...


> Is there much interaction between the wires of the band you are using,
> versus the unused bands?  Does this have to be taken into account when
> designing multi band antennas? 
 
As in ANY multiband antenna, there is interaction between harmonically related bands (e.g 20 and 10m, or 40 and 15m etc) and also when the bands are very close to each other in frequency. (e.g 10 and 12m). This can be greatly reduced by proper design. Using a choke balun is a good start..


> How does one calculate the length of the spreaders? 
 
Here's a quick example...say 20m..
 
The above formula makes the driven element 36ft 3ins long (14.2mHz). divide
that by 4 to give you the length of a side on the equilateral triangles,
which equals 9ft 3/4ins .That makes the "wingspan" 18ft 1 1/2 inches.
 
>Is there a proper
> amount of bowing?

 The arms would have to be a bit longer than the radius, so as to get a
"bow" on them, This bending of the arms, is what keeps the elements taut.
The stiffer the arms, the less "bow" you need.. For 20m I'd make the arms
about 10ft long..

The tip spacing is critical as regards f/b ratio.. I've attached a pic to
explain the formulae..

> Seems like a fun project.   Yep...Like most antenna projects it can also be confusing..frustrating..dangerous...exhilerating...educational and GREAT FUN..!

LONG YAGI 4 ELEMENTS ANTENNA Designed by 1 CM 062 op. Gianni

The antenna shown in Fig. 1 is a four elements Long Yagi, installed since last year at 12 meters above the ground.
The boom is 5.90 meters long and the feeding system is a common Gamma Match.
After many trials on my computer with Y.O. (Yagi Optimizer), I found that the best compromise between Gain, F/B, Impedance and Efficiency, is a long boom with few elements.
Moreover , after many years of operations on 27 Mhz, I recognize that the Gain is very important but also the horizontal and vertical beamwidth are essential for an extra performance. To achieve maximum gain, I tuned my antenna at 27.555 Mhz with a passband of only 300 Khz. from the centre band. Also this feature (very sharp response) help me very much to reduce drasticly the splatters  from local stations  on AM or FM .
Many operators contacted in the last months ask me to give more details of my antenna system: I think Internet is the best way to reach all of them and others antenna's fans.  

Fig.1


Antenna measurements in mm.
Boom  5900    long (0.54 l.w.)
Reflector 2708.8        "
Radiator 2600.0        "
Director 1 2504.7        "
Director 2 2424.2        "

The reference point (zero) for all spacings is the reflector
Reflector spacing         0    mm
Refl./Radiator 1044.5  mm 
Refl./Direcetor 1 3126.0 mm
Refl./director 2 5900.0 mm.

Since the element lenght is depending of the diameter of pipe used, I will list for  each half element  the lenght and the diameter for all sections; the first 2 sections are the same for all the four elements:  
Section 1 1000 mm long by 20 mm. diam.
Section 2 900 mm long by 16 mm. diam
The last section is variable as below:
Reflector:    887  mm. by 12 mm. diam
Radiator:    774    “     “    “   “      “
Director 1  674    "     "    "    "     "
Director 2  589    "     "    "    "     "
 
Results obtained by Y.O.
GAIN   15.66  Dbi
F/B                 22.01 Db.
Imp. 15.8 -J0.5
SWR < 1:1.5  from 27.3 to 27.8 MHz
Vert.beamwidth  < 14°





At 27.555 (band centre) the   SWR is 1:1.0  
  The antenna was tuned at about 3 meters above the ground  and after a couple of adjustments  of Gamma Matching, the SWR was very close to 1.The  measured resonance frequency was at 27.450 Mhz.This was espected since the computer doesn't apply any correction for the boom diameter. Cutting off the tip by 10 millimeters on both sections of the radiator, I  brought the resonance frequency at 27.555.
Rising the antenna at 12 meters, the SWR was the same. And also rotating the antenna to different directions no variation was noticed.

CONCLUSIONS 
Once again, computer antenna modeling has played an important role in optimizing an antenna design.
Being able to make actual field antenna pattern measurements allows me to check if my assumptions are true or not.
The reference antenna was a dipole at the same height but about 15 meters away from the antenna under test.

The Long Yagi really does have a very respectable gain and a high front-to-back ratio.
When listening to DX station arriving at very low angles, an S6 signal disappears into the noise using the dipole, but using to the Long Yagi, not only the signal reach S8/9 but also the amount of QRM is lower.
The modeling software is very accurate and the results obtained are very close to that predicted; and by viewing the current distribution, the associated radiation patterns and impedance, it's became much easier to understand which way to modify a design to achieve a desidered result.  

Homebrewed Hexbeam, PG3N

This antenna now is mine antenna for the higher HF-bands.
After reading many articles and viewing many sites, I decided to built this antenna.
A fullsize beam for 20 mtr is no option here in my small garden.
In the past I was working with a Single Quad, HF5B Butternut and at last MA5B from Cushcraft.
The MA5B  worked fine, but QRO is a problems for this antenna, Cuschcraft mentioned that beam is capable 1Kw, but
in practice 400 Watts rtty the traps 15/20 mtr were melted.
So looking to an antenna what is suitable here in my garden and can handle QRO with 5 bands, I  find the Hexbeam the best solutions.





Here the baseplate made of 5mm harded aluminium  with sides of 150 mm and a peace of pipe what was available.


Baseplate and pvc tube on top.


For the feedingline I decided to use RG213, instead of the parallel lines what you often see on other sites.
Coax feedlines is according experiences other users, easier to tune then the parallel lines.
Al connections and open ends coax glued with UV resistant 2-component gleu sealer.


Fore the spreaders I use glassfiber rods , these are no fishing rod but are normally in use as landingnet rod.
These rods are a bit robust then the fishing rods, and you can buy them in length of 325 cm, what is nearly the length needed.
On top an aluminium tube piece is fitted with inside some tapped wire.
This tube I use to hold the rope for holding the spreaders in position.
My antennawire is isolated copperwire 1.5 mm  in diameter , this isolation lowers the resonant frequency.
For dimension I used  the length given by DL7IO 5-bands construction, were I use a velocity factor from 0,98 as experiences from DL5ZA

Here the wires ready for installation and papers Dl7IO and K4KIO
In the Netherlands I found 4 stations who are using this antenna.
calls:  PA2JJB,PA0KNW,PE1FJP en PE3AA ,all of these station you can admire pictures.
At Yahoo a user group gives a lot of support and information available.
Here some other parts:

Clamp/Rope/HF-choke.
Here constructing:
Hexbeam opbouw PG3NHexbeam opbouw
Fixing rope to spreaders.                                                        XYL is watching.



Hexbeam voedingspunten 10,12 en 15mtr zichtbaar
Baseplate with spreaders and HF-choke.                                       The same but with antenna-wires and feeding-line together.
Coackabel aansluiting bovenkant 20tr HexbeamHexbeam gereed voor aktie
Feeding antenna from top (20mtr).                                                              Ready with constructing.
De hexbeam in bedrijf
Here the hexbeam at 17 mtr high, total weight including pipe above the rotor is 6 kg.
Results are fine,  swr on all bands 1:1,5       F/B 3 a 4 S-point with mine FT1000mp.
20mtr has a swr lower then 1:2 over the full 350 Kc.
As mentioned before, lot of information I got from internet and hours of preparing.
Finding all materials, shaping clamps/cutting feedinglines /creating baseplate/cutting antenna wires etc kept me a few evenings very busy.
But at the end , building the antenna in the garden was without any unpleasant event, a pleasure.
Constructing took a hole Saturday afternoon, and now the HF party can begin.

2-Element parasitic Yagis by DK7ZB for the Shortwave-Bands 10m-30m

Construction Details










2-Element parasitic Yagis by DK7ZB for the Shortwave-Bands 10m-30m
Details of a dismantable Yagi built by DL2RMC for portable use see down
Details of a 20m-Yagi by F4EKQ:        http://enduro.civaux.free.fr/antenne.htm



No other antenna has a better relation between gain and expense than the 2-Element-Yagi. One element additional to the dipole will give you 4dB gain. Each further element will give much more mechanical problems and the increase in gain is only 1-2dB for the same bandwidth. What says the ARRL-Antenna-Book about this antenna? "The must bang for the buck". Right!
Because the 10m, 15m and 20m-Bands need a greater bandwidth, the radiation resistance must be higher than for the smaller WARC-Bands. Therefore we take the Yagis with radiator-reflector and 50Ohms for 10m (greatest bandwidth), 28Ohms for 15 and 20m and the Yagis with radiator-director and 28Ohms for the WARC-Bands.
If you have a height above ground of 10m or higher for a 12m-Yagi, you can try a 12,5Ohm-type for that band. The antenna needs a very clear surrounding! With a very short boom and small bandwidth you get very high F/B.

 Gain, F/B, Boomlength and Elements of the 50-Ohm-Yagi with Reflector



Band
Impedance
Gain

F/B

Boom

Radiator

Reflector

10m
50Ohm
4,0dBd

10,5dB

1,76m

4,93m

5,36m

 Gain, F/B, Boomlength and Elements of the 28-Ohm-Yagis with Reflector



Band
Impedance
Gain

F/B

Boom

Radiator

Reflector

15m
28Ohm
4,2dBd

10dB

1,61m

6,87m

7,22m

20m
28Ohm
4,0dBd

10dB

2,30m

10,26m

11,08m

Gain, F/B, Boomlength and Elements of the 28-Ohm-Yagis with Director



Band

Gain

F/B

Boom

Radiator

Director

12m

4,3dBd

14,5dB

1,18m

6,05m

5,60m

17m

4,5dBd

13,5dB

1,70m

8,32m

7,80m

30m

4,4dBd

14dB

3,00m

14,92m

14,04m

  Gain, F/B, Boomlength and Elements of the 12,5-Ohm-Yagi for 12m with Director



Band

Gain

F/B

Boom

Radiator

Director

12m

4,4dBd

>25dB

0,67m

6,09m

5,78m



The antennas are fed with the DK7ZB-match .
 A quarter-wave choke of coax is grounded at the socket.
50Ohm: Single Lambda/4*V-coax 50Ohm
28 Ohm: 2xLambda/4*V-coax 75Ohm parallel
12,5 Ohm: 2xLambda/4*V-coax 50Ohm parallel
 

Length of the cables see table below

Lengths of the Lambda/4-coax for the choke:


Band Lambda Full-PE  V=0,667 Foam-PE  V=0,82 (CATV)
10m 10,60m 1,77m 2,17m
12m 12,03m 2,00m 2,47m
15m 14,18m 2,36m 2,90m
17m 17,53m 2,76m 3,60m
20m 21,18m 3,53m 4,34m
30m 29,62m 4,94m 6,07m

The dismantable Yagi by DL2RMC for portable use 



The Yagi of Tom, DL2RMC during his expedition to Corsica island (TK/DL2RMC)
He has a cheap and simple construction similiar to my 3-Ele-portable Yagi with aluminium tubes as a leightweight antenna. Details see in the pictures below.
For each band he has an own 2x75-Ohm-quarterwave matching cable.

Insulated middle part of the radiator:
The middle part of the director:
All parts ready for assembling:

Selasa, 28 Februari 2012

Wisata Kota Palu

Ibukota Propinsi terletak di lembah Palu yang indah yang dibagi 2 oleh sungai Palu. Bagian barat kota ini menghadap ke teluk Palu. Pantai lainnya adalah pantai penghibur Talise di bagian utara kota ini. Selain sarana olahraga air adapula warung-warung makan yang buka hingga larut malam dan populer dikalangan masyarakat setempat.
Jembatan Palu IV
Jembatan Palu IV merupakan sebuah jembatan yang terletak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Jembatan ini diresmikan pada Mei 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise ini berada di kelurahan Besusu dan Lere, yang menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat.
Jembatan kuning ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Perancis.
Sejak tanggal peresmian tersebut, masyarakat Palu dan sekitarnya selalu ingin melihat jembatan sepanjang 300 meter itu sekaligus menikmati tenggelamnya mentari.Tenggelamnya matahari terlihat lebih jelas dan mempesona dari atas jembatan. Apalagi, saat sinar matahari yang berwarna jingga kekuningan memantul ke permukaan Teluk Palu, keindahan semakin nyata. Air Teluk Palu pun berubah warna mengikuti warna sang Surya yang mulai sirna ditelan pegunungan Gawalise.
Museum Sulawesi Tengah
Memberikan beberapa informasi tentang sejarah dan budaya propinsi dan masyarakat. Hal-hal yang menarik mencakup peninggalan zaman prasejarah seperti perkakas rumah tangga dan senjata. Adapula contoh-contoh seni dan kerajinan tradisional. Bangunan museum merupakan tipe arsitektur yang berbbeda yang ditentukan di daerah ini.
Taman Alam Poboya
yang terletak 7 km ke arah timur kota ini pada pinggir sebuah bukit yang ditutupi oleh kayu-kayu gaharu memberikan suatu pemandangan yang menarik di lembah dan teluk kayu. Suaka ini merupakan suatu lokasi kemping/berkemah.
Potensi emas di Poboya
Emas di Poboya  benar-benar menjadi magnit. Diperkirakan ratusan, bisa ribuan penambang, berikut penadah tengah mengadu untung di lokasi ini. Omzetnya pun gila-gilaan,  miliaran setiap harinya. Data tak resmi menyebutkan setiap harinya  puluhan  kilogram emas berhasil didulang, dengan kadar 40-60%. Harga jual pun fantastis, rata-rata Rp. 60-130 ribu per gram. Menjualnya tak sesulit mendulang. Di sekitar desa Poboya, para pembeli telah siap menggelontorkan uang untuk setiap gram emas, logam yang tak lekang nilai keasliannya sepanjang sejarah.Desa yang pernah melambung namanya karena menjadi lokasi eksekusi Fabianus Tibo cs (terpidana mati atas kasus kerusuhan Poso, kini kembali melambung bak meteor. Anda berminat datang?
Poboya
Poboya kini sebuah wilayah kelurahan di Kecamatan Palu Timur, Palu Sulawesi Tengah. Tak diketahui secara pasti sejak kapan orang-orang mulai menambang emas di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Poboya ini. Penduduk setempat mengenalnya sebagai lokasi kegiatan anak-anak Pramuka.  Aktivitas mulai sesaat setelah sejumlah geolog yang dikirim PT Citra Palu Mineral/CPM (perusahaan patungan PMDN dan PMA) pada akhir tahun 1998 melakukan pengeboran pada beberapa titik di lahan konservasi ini. Mereka mengambil sampel tanah mengandung emas guna kepentingan uji laboratorium. Pada awalnya, hanya segelintir penduduk setempat yang mendulang emas. Pola penambangannya pun  terbatas, dan hanya mendulang di sekitar aliran Sungai Poboya.
Cuaca panas ini tak membuat penambang emas di Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah, beranjak dari tempatnya memecah batu. Sebagian mengaso sebentar, berdiri lagi, lalu mengambil martil dan linggis untuk kembali sibuk menggali tanah dan memecah batu. Poboya hampir tak pernah tidur. Sejak pagi hingga malam, suara pukulan martil dan linggis beradu dengan batu-batu keras hampir tak pernah berhenti. Truk, mobil bak terbuka, dan kendaraan roda dua hilir mudik mengangkut karung berisi batu menuju permukiman terdekat di Poboya berjarak sekitar 10 kilometer. Jalan tanah sempit dan berbatu menyeberangi sungai bukan hambatan.
Di rumah-rumah penduduk di Poboya, aktivitas warga tak kalah sibuknya. Membongkar karung, memukul batu hingga setengah hancur, lalu menggiling dalam tromol menjadi pemandangan lazim di rumah warga. Di lokasi penambangan tidak memungkinkan mengoperasikan tromol. Di rumah penduduk, kepingan batu dicuci dengan air raksa (merkuri) untuk memisahkan butiran emas dari tanah. Namun, tak semua batu mengandung emas. Kerap terjadi, tak sebutir emas ditemukan meski berkarung-karung batu yang dihancurkan. Namun, jika nasib lagi baik, batu-batu yang digali dan dihancurkan berisi butiran emas.
Poboya kini bak tanah harapan bagi penambang yang kian banyak berdatangan. Warga setempat pun seperti tak hirau. Sebagian malah mendapatkan keuntungan dari sewa tanah yang kebetulan berada di areal penambangan. Sebagian mendapatkan penghasilan dari uang jasa keluar masuk areal pertambangan sebesar Rp 10.000 per orang, sewa tromol, atau buruh angkut. Di kota Palu, beberapa bulan terakhir, mulai munculusaha bengkel las baru, untuk keperluan para penambang. “Awalnya bengkel las kami hanya melayani pengerjaan las biasa.
Tapi ada beberapa pelanggan yang ingin dibuatkan tromol. Kami tertarik dan mencoba membuat tromol dengan berbagai ukuran,” ujar Eman, seperti dikutip harian Mercusuar. Sejak maraknya penambangan rakyat di Poboya, bengkel las yang terletak di Jalan Veteran ini, telah banyak melayani pesanan pembuatan tromol yang dipakai “menangkap” bijih emas. Kini dalam sehari ia bisa menjual 10-20 tromol yang telah siap pakai dengan harga bervariasi. Untuk tromol ukuran 45 X 60 M, dengan ketebalan 12 mm, dihargai Rp2,15 juta. Sedangkan ukuran 50 X 60 tebal 15mm dijual dengan harga Rp2,3 juta. Selain itu, Eman juga menjual alat tumbu-tumbu yang berfungsi untuk menghaluskan batu yang mengadung emas, dengan harga Rp17,5 juta.
Arena Motocross Tanah Runtuh
Kira-kira 2 km di timur Palu, terletak Tanah Runtuh yang memberikan pemandangan yang menarik ketika matahari terbenam dibalik gunung Gawalise. Ada juga sarana olah raga dan rekreasi disini seperti lapangan golf, pacuan kuda dan arena motocross.
Pantai Talise
Pantai Talise merupakan obyek wisata pantai dengan memiliki panorama alam yang indah hamparan teluk dan pegunungan yang begitu mempesona. Selain itu, pantai ini sangat cocok untuk kegiatan olah raga, seperti: berenang, selancar angin (wind surfing), sky air, menyelam, memancing, dan lain sebagainya
Pantai Talise sebagai tempat tamasya adalah pilihan yang paling murah dan mudah karena selain tidak memerlukan biaya, lokasinya teramat mudah untuk dicapai yaitu ditengah kota dan akses jalan yang sudah teraspal .
Keberadaanya yang dekat dengan pusat kota menjadikan pantai ini banyak dikunjungi oleh pendatang maupun masyarakat Palu sendiri. Berkunjung di siang hari agak kurang cocok, karena cuaca di Palu umumnya terik dan angin bertiup sangat kencang saat jam 12 siang lewat.
Pemandangan indah di Pantai Talise saat matahari menjelang terbit. Pantai ini enak dikunjungi saat sore hari menjelang matahari terbenam dan saat sore sambil menikmati makanan kecil dan minuman berupa pisang goreng, pisang eppe, jagung, teh/kopi, sarabba.  Disore dan malam hari juga dijadikan tempat rekreasi keluarga dan kaum muda-mudi.
Banua Mbaso
Banua Mbaso
Rumah Raja disebut Souraja yang berarti rumah besar yang juga sering dikenal dengan Sapo Bose atau Banua Mbaso yang melambangkan kebangsawan.
Pada bagian interior dalam terdapat kaligrafi di atas kayu dalam aksara Parisi atau Lufi Arab. Arsitektur kayu yang ditulis di atas batu dan ukiran dengan jelas merupakan pengaruh Melayu dan Bugis dizaman lampau.
Banua Mbaso letaknya ditengah pusat kota Kaledo (Palu) – Sulawesi Tengah, Kecamatan Palu Selatan, dan merupakan situs sejarah yang terdapat di Tana Kaili ini..
Banua Mbaso / Banua Oge atau lebih sering disebut Sou Raja (bahasa daerah kaili yang artinya Rumah Besar atau Pondok Raja) , didirikan sekitar 115 tahun silam, yang berukuran 32 x 11,5 m dan dibangun oleh Raja Palu Jodjokodi sekitar 1892, dan merupakan tempat tinggal sang Raja beserta keluarganya, sekaligus berfungsi sebagai pusat pemerintahan kerajaanwaktu itu.
Rumah panggung ini merupakan paduan arsitektur gaya Bugis (Sulawesi Selatan) dan Kalimantan Selatan, dimana memiliki 36 buah tiang penyangga rumah bagian induk dan gandaria (Teras) termasuk 8 buah tiang bagian dapur.
Taman Ria

Taman Ria didatangi oleh pengunjung yang datang di kota Palu. Pantai ini menghadap ke timur, Di lokasi ini juga berderet sekitar 100 kafe penjaja makanan ringan dan hidangan khas Palu lainnya. Kafe buka dari sore hingga malam hari.
Kediaman controleur di masa Hindia Belanda (tahun 1930-an).

Dombu

Gunung Gawalise di barat kota Palu, kabupaten Donggala, berpotensi sebagai obyek wisata alam dan budaya yang menarik. Gunung Gawalise berjarak ± 34 kilometer dari Palu dan dapat ditempuh oleh kendaraan roda empat dalam kurun waktu ± 1 jam 30 menit. Di gunung Gawalise terdapat desa Dombu yang terletak di ketinggian dan berhawa sejuk. Desa lainnya adalah desa Matantimali, desa Panasibaja, desa Bolobia dan desa Rondingo.

Desa-desa ini didiami oleh suku Da’a. Suku Da’a merupakan sub-etnis suku Kaili yang mendiami daerah pegunungan. Di desa-desa ini dapat disaksikan atraksi sumpit yang diperagakan oleh warga setempat. Rumah di atas pohon masih ditemukan di desa Dombu sampai sekarang.
Di Gunung Gawalise dapat dilakukan hiking/trekking dengan rute-rute Wayu – Taipanggabe – Dombu – Wiyapore – Rondingo Kayumpia/Bolombia – Uemanje dalam waktu kurang dari 1 minggu.