Tampilkan postingan dengan label Vespa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vespa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

Model aliran modifikasi Vespa

Sudah pernah lihat film Quadrophenia (1979) ???…atau kalau ngga, sudah pernah lihat rekan-rekan club skuter lagi kongkow-kongkow, nahhhh…disitu pasti sampean akan melihat banyak sekali ubahan atau modifikasi pada skuter Vespa yang dimodel bermacam-macam. Okeiii…kali ini, saya akan sedikit menjabarkan beberapa aliran modifikasi yang kerap kali dianut oleh masing-masing scooterist.
- Classic Vintage.
Acuan dari modifkasi ini adalah merestorasi kembali motor Vespa kekondisi awal. Banyak sekali para scooterist yang menganut aliran ini, dikarenakan lebih simpel dan mudah dalam pengerjaan, maka modifikasi ini kerap kali dijadikan acuan dalam membangun motor kesayangannya. Tidak banyaknya pernak pernik yang menempel pada body motor, kesan apik dan resik pada sisemok, menjadi tonjolan utama pada modifikasi ini. Dan terus terang saya pribadi juga penganut aliran classic vintage pada ‘nyah sexy’. Kesan retro nan jadoel kian menambah nilai lebih pada skuter yang dijadikan tambatan hati para penyemplaknya.

- Brit Style.
Brit Style atau British Style adalah aliran yang pertama kali dipopulerkan dinegeri Victoria, penggunaan kaca spion berlebih, pemasangan aksesoris lampu, windshield tinggi menjulang, besi behel protektor depan-belakang, wisssss…pokoknya segala macam antribut berkesan blink-blink nempel pada sekujur body sisemok. Sebenarnya bukan tanpa sebab para skuter lovers memasang berbagai aksesori seperti diatas, kesan manis, gagah dan unsur proteksi extra pada body motor jika terjadi kecelakaan bisa diminimalisir. Dan jika sampean penyuka berbagai hal yang berbau blink-blink plus rame, bisa menjadi pertimbangan dalam memilih aliran modifikasi ini.

- Racing Look.
Sama seperti judulnya, kesan sporti bak pemburu kecepatan, kerap dijadikan rujukan speed freakers para penggemar skuter. Pemasangan stang trondol, pemangkasan tinggi dan coak tebeng depan, jok single seater, pengaplikasian perpindahan gigi model cungkil layaknya motor sport, ber’air scoop, pemakaian knalpot racing harus wajib, dan kondisi mesin korek habis…jauh dari kata orisinil standar mesin Vespa. Sebenarnya ubahan seperti ini hanya cocok untuk arena balap dan tidak akan nyaman untuk dikondisikan dijalan raya, apa sebab…??? jika melihat motor yang lebih kencang, bawaannya pengin ngejar dan mendahului sejauh mungkin :-D .

- Chopper Style.
Arahan modifikasi yang lebih banyak berkiblat pada motor-motor chopper khas produk Harley Davidson, menjadi acuan utama para penikmat modif ini. Pemotongan sasis body secara total, pembentukan rangka baru, pengaplikasian shockbreker motor batangan, penggunaan ban belakang lebih gembot dari pada depan, jok single seater, perancangan sudut rake yang dibuat centang dan penggunaan knalpot free flow adalah ciri khas dari modifikasi ini. Biasanya biaya modif yang dihabiskan untuk membuild up satu Vespa Chopper hampir sama dengan membeli motor bebek Jepang 2nd. Selain untuk tampil beda, kebanyakan para penggila modifikasi ini adalah kaum muda yang ingin tampil berbeda alias out of the box :-D .

- Rat Bikers.
Satu lagi modifikasi nyleneh bin ajaib, segala macam barang berguna maupun tidak berguna biasanya nangkring dimotor ini. Pemasangan sespan abal-abal, pemanjangan sasis tengah, dan kesan dekil nan lusuh adalah ciri utama dari ubahan Rat Biker pada Vespa. Suara parau kenalpot free flow yang memekakkan telinga kadang menjadi kenikmatan tersendiri bagi si riders. “Masa bodo dengan yang tidak menyukainya…yang penting aku enjoy”, itu mungkin ungkapan bagi penikmat modif ini. Segala unsur ketidaknyamanan bagi bikers waras dan terbebas dari perangkat safety riding dalam berkendara adalah menu wajib bagi skuter yang terjangkiti aliran ini.

- Ekstrem.
Kalau yang ini bisa dikatakan sebagai arahan modifikasi yang benar-benar total berbeda dengan yang lain, kenapa bisa seperti itu? karena sudah tidak mempunyai pakem yang jelas. Kondisi sudah diluar model standar pabrikan, penambahan atau mungkin malah pembentukan ulang design dan model dari nol adalan konsep yang biasanya banyak diambil oleh para penikmati modif ini.

- Low Riders.
Dan yang terakhir adalah modifikasi Low Riders alias ceper. Tidak mengenal itu kendaraan roda 4 atau 2, pasti pernah menerapkan modif ini, memang modifikasi ceper tidak pernah mati. Dalam dunia skuterpun juga bisa terjangkiti wabah ini, tidak mengenal itu basic modif vintage classic, chopper style, ataupun rat bikers, bisa saja menerapkan unsur ceper pada skuternya. Tapi awas, jika sampean mengaplikasikan model ceper di vespa kesayangan, hal yang perlu dijauhi adalah polisi tidur dan jalan yang makadam.

Demikian dari saya,
Salam.

Safety Riding Pada Saat Touring

Seperti yang kita ketahui di Indonesia persentasi orang yang memiliki kendaraan roda dua lebih banyak ketimbang lainnya. Dan tidak semua pengendara motor rapi, tertib dan teratur. Malah lebih banyak yang amburadul dan ugal-ugalan.
Bagi para Club-Club dan Komunitas-Komunitas motor, pastinya sudah tau tata cara dalam berkendara selama di jalan. Baik secara personal maupun touring.
Nah supaya kita bisa lebih aman dan nyaman selama dalam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, ada baiknya temen-temen mengetahui tata cara dan sedikit tips dalam berkendaraan selama touring.
Safety Riding adalah cara berkendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain.
Point-point yang harus di perhatikan :
  • Kelengkapan kendaraan bermotor standar.
  • Kaca spion wajib ada 2 buah di kiri dan kanan.
  • Lampu depan, lampu rem, riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi.
  • STNK dan SIM selalu siap / tidak expired.
  • Plat Nomor depan belakang.
  • Memakai perlengkapan Safety Riding yang relatif paling aman apabila tanpa disengaja terjebak dalam situasi terburuk / kecelakaan.
  • Mematuhi peraturan lalu lintas. Paham rambu-rambu lalu lintas.
  • Hindari berkendara agresif. Sabar dan sopan dalam berkendara. Timbulkan simpaty/kekaguman pemakai jalan lain terhadap prilaku berkendara kita. Tidak gampang terprovokasi dengan pemakai jalan lain, tidak arogan.
  • Mengerti posisi sesama pengendara/pemakai jalan bahwa jalan raya digunakan untuk bersama. Jadi sebisa mungkin menghindari perilaku-perilaku seperti meng-klakson berlebihan, menggunakan aksesoris yang dapat mengganggu pemakai jalan lain seperti klakson kebo/anjing, sirine, strobo dsb. Prinsipnya, The Road is Not Yours Brother
Istilah-Istilah Dalam Touring :
  • Kapten = Pimpinan Touring
  • Vorijder = Yang ngatur jalan dan harus tau tekhnik isyarat tangan
  • Safety Officer = yang ngarahin keselamatan anggota tour.
  • Sweeper = Pengatur barisan (formasi)
  • Technical Officer = Bagian Teknik untuk kerusakan kecil.
Bentuk Barisan Saat Touring




Isyarat Formasi Parade
kode tangan:
01- Lengan ditekuk ke samping bawah, telapak tangan menghadap belakang, artinya BERHENTI (STOP).
kode 01
kode 01
02 – Lengan dan jari telunjuk diperpanjang lurus ke atas, artinya BENTUK SATU BARISAN
kode 02
kode 02
03 – Tangan membuka dan menutup dengan jari dan ibu jari  lurus, artinya NYALAKAN LAMPU
kode 03
kode 03
04 – Lengan lurus ke samping bawah, telapak menghadap ke bawah, gerakan mengayun ke bawah artinya PERLAMBAT JALAN.
Kode 04
Kode 04
05 – Lengan dengan jari telunjuk dan tengah diperpanjang lurus ke atas, artinya BENTUK DUA BARISAN.
kode 05
kode 05
06 – Jari telunjuk menunjuk arah tangki sepeda motor, artinya ISI BBM
kode 06
kode 06
07 – Lengan lurus mengayun ke atas, telapak tangan menghadap ke atas, artinya PERCEPAT JALAN.
kode 07
kode 07
08 – Pada sebelah kanan, kaki kanan lurus ke bawah, pada sebelah kiri, tangan kiri lurus ke bawah, artinya  JALAN RAWAN BAHAYA
kode 08
kode 08
09 – Jari dikepalkan, ibu jari diarahkan ke mulut helm, artinya BERHENTI DAN ISTIRAHAT.
kode 09
kode 09
10 – Lengan lurus dengan sudut 45 o, telapak tangan ke depan menunjuk dengan jari telunjuk, mengayun dari belakang ke depan, dengan gerakan tangan sebatas dibawah bahu, artinya MEMEPRSILAHKAN DIBELAKANG UNTUK GANTI MEMIMPIN BARISAN atau MENYURUH DIBELAKANGNYA UNTUK PINDAH POSISI KEDEPAN.
kode 10
kode 10
11 – Gerakan telapak tangan menekan di atas helm dengan telapak terbuka ke bawah, artinya GANTI POSISI AGAR SEDIKIT MERUNDUK.
kode 11
kode 11
12 – Tangan kiri lurus ke samping 45o, tangan mengepal dan mengayun pendek naik turun, artinya MENYARANKAN BERHENTI UNTUK KENYAMANAN.
kode 12
kode 12
13 – Lengan lurus ke atas tepat diatas bahu, telapak tangan membuka menghadap kedepan, artinya IKUTI SAYA.
kode 13
kode 13
14 – Lengan lurus ke samping sebatas bahu, jari telunjuk lurus, gerakan mengayun ke depan melewati helm, artinya BERHASIL TIBA DITUJUAN.
kode 14
kode 14
Nah tata cara barisan seperti ini, hukumnya wajib dalam touring bermotor. Namun dalam keseharian bisa juga di implementasikan, yaitu agar menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. Jika suatu waktu kendaraan di depan anda mengerem mendadak, anda tidak akan ikut menabrak dan tertabrak juga…

Sumber  :  http://scooterismo.wordpress.com/2012/04/05/safety-rides-pada-saat-touring/

MERUBAH MESIN 2 TAK MENJADI 4 TAK



Kenaikan harga bahan bakar yang kian melambung membuat Mohamad Yusuf Adib Mustofa berpikir. “Saya harus bisa membuat scooter kesayanganku irit BBM, supaya tidak menguras uang di kantong” buka ayah yang akrab disapa Yusup ini. Benar juga yang dikatakan oleh Yusup. Wah, bisa pening… pening… kepala memikirkan harga BBM belum lagi yang namanya motor 2 tak pasti membutuhkan oli samping. Huaaaa gubrakkk dech,…
Akhirnya pria kelahiran Blitar, Jawa Timur 1979 ini menemukan jalan keluar yang tepat. Yaitu merubah mesin scooter miliknya menjadi scooter 4 tak yang pertama bikinan orang Indonesia. Bayangkan betapa rumit part mesinnya, harus membuat dudukan blok silinder yang baru apalagi ditambah dengan sistem pengapian dan sebagainya.
Namun hal diatas tak menyurutkan niat Yusup untuk menggapai cita-citanya bereksperimen mengenai konsep yang ada di otaknya. “Sebenarnya tidak ada yang rumit, pada dasarnya yang namanya mesin itu sama saja dengan ilmu matematika. Ada kompresi, pengapian dan bahan bakar” jelas Yusup yang buka praktek di Jl. Sultan Agung, Karang Klesem, Purwokerto, Jawa Tengah. Hal tersebut pula yang membuat Yusup semakin bersemangat untuk melanjutkan eksperimenya.
Dengan ketekunan dan ketelitiannya selama enam bulan Yusup pun menuai hasilnya. Sekarang vespa super miliknya sudah tidak menggunakan oli samping bahkan bensinya sebanding dengan motor-motor keluaran jepun.
Habatnya lagi pemilik bengkel Semangat Putra ini selalu terpacu untuk merubah jenis mesin 2 tak selain scooter. Sebagai contoh proyek yang sekarang ia kerjakan adalah merubah mesin twin (double) dari Suzuki GT 185 keluaran tahun 1975 dan hebatnya lagi baru-baru ini yusuf juga menerjakan konversi 2 tak ke 4 tak dengan dua silinder,… hebaaaaaatttt sob. “Nah, eksperimen yang satu ini sempat membuat saya putus asa. Sudah 7 kali saya naikan dan turunkan mesin. Kalau untuk merubah mesin lain sudah dapat dua mesin” kenang Yusup yang mengaku lulusan STM BINTEK (Bina Teknologi) jurusan otomotif Purwokerto, Jawa Tengah.
Berbekal dari pengalamanya bekerja di Berdikari Metal Enginering, Bandung, Jawa Barat ada beberapa part yang dibuatnya sendiri. Semisal manifold intake.
Kemudian untuk memuaskan kastemer nya, Yusup memberikan kebebasan kepada konsumen untuk menentukan berapa CC mesin yang diinginkan. “Mau 100CC atau 110CC bahkan sampai 125CC kami layani. Yang jelas harganya pun berbeda, tergantung dari jenis blok silinder yang akan dipakai “tutup lelaki pemilik zodiak Cancer ini. Wahhhhh,…wahhhhh,… (Penulis & Foto : Uung Feri)



SEMANGAT PUTRA
Jl. Sultan Agung
Karang Klesem, Purwokerto, Jawa Tengah
Hp. 081542972772

Modifikasi Vespa, dari yang gembel sampai mentereng


Tidak bisa dipungkiri pecinta Scooter di Indonesia demikian banyak di Indonesia. Mereka begitu fanatik sehingga sampai mau melakukan apapun untuk bisa menarik perhatian di jalan. Nah inilah kadang yang menjadi soal, gaya modifikasi yang aneh nyeleneh, lebay, ekstrem atau apapun itu membuat beberapa orang mengenyitkan dahi.

Menurut dwinugros.wordpress.com, aliran modifikasi Vespa bisa dibagi menjadi beberapa aliran seperti Classic Vintage, Brit Style, Racing look, chooper, rat bike, low rider dan ekstrem. Dari beberapa aliran tersebut aliran rat bike inilah yang sering menjadikan kesan negatif penunggangnya, karena seperti rombengan berjalan. Berbagai barang yang aneh ditempelin disitu sehingga terlihat kumuh. Salah satunya seperti dibawah ini :
Rat Bike
Rat bike

Selain yang “kumuh” tersebut sebenarnya masih lebih banyak modifikasi yang menghasilkan motor yang cantik, unik dan elegan, contohnya seperti dibawah ini :
Classic Vintage







Apapun bentuk modifikasinya kecintaan mereka terhadap tunggangannya patut diacungi jempol. Vespa tidak sekedar alat transportasi tetapi telah menjadi saksi bisu perjalanan hidup penunggangnya baik suka maupun duka.
Punya pendapat lain? silahkan dishare …

VESPA MODIFIKASI 4 TAK

Ahaayyyy…. Awal tahun 2006 Mohamad Yusuf Adib Mustofa sukses dengan riset konversi mesin vespa menjadi 4 tak. Pada tahun 2007 pria yang akrab disapa Yusuf pun kembali menuai kesuksesan lewat konversi mesin 2 tak Suzuki GT 185 Twin menjadi 4 tak twin. Seperti janjinya setelah proyek konversi 4 tak twin berhasil Yusuf punya rencana bikin mesin Vespa Twin (Mirip mesin V pada Harley Davidson). “Secara teknis hal itu bisa dilakukan, yang jelas butuh ketelitian” buka Yusuf yang berngaran di Jl. Sultan Agung, Karang Klesem, Purwokerto wuihhhhh memang luar biasa otak orang ini.Makananya apa yahhhhh… klik disini buat liat orangnya
Kali ini basisnya dari mesin Vespa Super 150 cc keluaran tahun 1973. Langkah konversi 2 tak vespa menuju 4 tak twin sebenarnya tidak jauh berbeda dari konversinya yang dulu. Mengejar power yang gede pilihan silinder head dan blok jatuh pada silinder milik Suzuki Smash 110 cc. Nah, sedangkan piston dipilih kepunyaan Honda GL Pro Neo Tech diameter 56,5 mm dengan stroke 57 mm berarti tinggal dikalikan 2 piston, sehingga power mesin mencapai 285,6 cc. Karena Yusuf sudah melakukan konversi satu silinder, jadi sistem kerja silinder bagian depan masih sama seperti dulu.
Hanya saja pemasangan kedua silinder saling berlawanan arah. Posisi rantai keteng pada silinder depan terletak dibagian kiri sedangkan silinder belakang dibagian kanan. Agar perputaran rantai keteng silinder belakang tetap normal maka gir rantai keteng pada crank case dikaitkan langsung ke gigi pembalik. Gigi inilah yang memutar balik sistem kerja mesin pada silinder belakang. Gigi pembalik ini dibuat dari besi baja sebanyak 15st (mata). Selain hal tersebut, cipratan bensin dari sistem pengabutan Kosso 30 mm juga kembali normal karena kerja silinder menjadi searah dengan bagian depan. “Jadi penggunaan karburator cukup satu saja” terang lelaki kelahiran 1979 ini…… upssss pusing juga lho sob ngedengerin si Yusuf tentang konversinya ini. Mari kita lanjutkan lagi,…
Mesin 4 langkah sangat membutuhkan suplai pelumasan yang ekstra apalagi kali ini Yusuf bikin 2 silinder. Sirkulasi oli tetap pada bak penampungan oli vespa. Sebelum pompa oli menuju blok silinder terlebih dulu melewati filter oli buatan. Kemudian dipompa melalui pompa oli. Sedangkan pompa oli Yusuf menggunakan pompa oli mesin diesel agar pelumasan lebih maksimal. Untuk mengalirkan oli sampai pada blok dan naik ke kop silinder hingga pelumasan oli merata pada noken as, pada rocker arm Yusuf harus membuat saluran sendiri. “Oli tidak melewati saluran oli yang sebenarnya dari bagian bawah blok silinder Suzuki Smash. Karena tempatnya tidak memungkinkan” jelas Yusuf yang menghabiskan waktu setahun lebih untuk meriset mesin ini. Pelumasan dinding silinder, piston dan as kruk mengharuskan Yusuf mencoak as kruk agar bisa mencipratkan oli keatas. Karena oli tertampung di ruang as kruk berarti pelumasan big end (pen setang seher) tidak ada masalah.
Sirkulasi oli beress… ress… tinggal mekanisme pergerakan as noken. Perbandingan perputaran harus sama yaitu 2:1, yang artinya 2 kali perputaran as kruk dan 1 kali noken berputar. Untuk mencapai perbandingan tersebut Yusuf mengaplikasikan Gir keteng GL 100 dan rantai keteng (kamprat) GL 100 yang di potong 8st sehingga jumlahnya menjadi 90st, ini untuk kerja silinder depan. Terus untuk gir keteng pada silinder belakang diletakan bersebelahan dengan gigi pembalik. Nah, agar perbandingan tetap 2:1 maka gir keteng di pilih miliknya Honda Grand. Kemudian rantai keteng dipotong menjadi 82 mata dari aslinya yang berjumlah 86 mata.
Ok brother Warung Motor, perbandingan sudah ketemu. Kemudian langkah terakhir adalah menentukan siklus pengapian. Untuk menentukan top timming pengapian menyesuaikan posisi silinder 90 derajat. Pun, penempatan 2 buah pulser dari Yamaha Alfa harus pada posisi 90 derajat. Kemudian dicari salah satu piston pada posisi top (depan belakang sama saja). Lantas diputar berlawanan dengan arah mesin sekitar 20+-1 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas). Sebaiknya untuk posisi top piston pada TMA (Titik Mati Atas). Kemudian listrik dialirkan melalui CDI Shogun dan koil RX King menuju busi lalu masuk ruang pembakaran. Beres dech… grungg…grungg…grungg suaranya begitu mendebarkan,…… (uungferi/otomotifzone.com/WRM Blog)
DATA MODIFIKASI
Ban depan  : Swallow 275-18 , Ban belakang  : Cielo 115/70-15, Pelek depan   : Honda Tiger, Pelek Belakang  : Honda Cielo, Lampu depan   : variasi, Cakram depan   : Ninja, Cakram belakang : Variasi, Setang   : Pipa 1 meter, Sein  : Variasi, Jok  : Kulit Gajah,
Sumber  :  http://tito-thoedink.blogspot.com/2012/05/vespa-modifikasi-4-tak.html

Cara menghemat bensin vespa

Cara ngakalin supaya vespa gak boros, salah satunya yaitu dengan mengkondisikan supaya vespa kita memiliki sistem pembakaran yang bagus (sesempurna mungkin)
Untuk dapat terjadi pembakaran yang sempurna, setidaknya ada tiga unsur yang mempengaruhi :
1. Bahan bakar yang bagus yang siap untuk dibakar
2. Api yang bagus untuk membakar point 1
3. Waktu pengapian yang bagus : pertemuan antara bahan bakar dengan api.
1. Bahan bakar yang bagus.
Yang dimaksudkan di sini ada perpaduan yang pas antara bensin dengan oksigen, dimana prosesnya dilaksanakan di karburator.
Jika terlalu banyak oksigen (udara/angin) dan kurang bensin dalam prosentase gas yang akan dibakar, maka hasil pembakaran tidak maksimal.
Demikian pula terlalu banyak bensin dan kurang oksigen membuat pemakaran juga tidak akan sempurna.
Dalam hal ini peranan karburator dan settingannya menjadi sangat penting.

2. Api yang bagus.

Api yang bagus sangat diperlukan untuk membakar campuran gas bahan bakar yang bagus,
supaya menghasilkan pembakaran yang juga bagus.
Sekalipun cetusan api terjadinya di busi,tetapi di dalamnya melibatkan komponen lainnya, misalnya : tutup kepala busi, kabel busi, koil, platina atau CDI, dan sumber dayanya (spool dan magnet).
Jika ingin pembakaran yang sempurna, maka deretan komponen2 penghasil api tersebut semuanya harus dalam kondisi prima.
Karena dari kondisi yang prima itulah akan dihasilkan api yang bagus, dan api yang bagus itulah yang menunjang adanya pembakaran yang sempurna.
3. Waktu pengapian yang bagus.
Maksudnya adalah waktu yang tepat untuk terjadinya proses pembakaran.
Yaitu waktu di mana busi meletikkan bunga api dalam kaitannya dengan posisi seher dalam mesin (ruang bakar).
Jika vespa kita memakai CDI, maka untuk sementara point 3 ini bisa diabaikan;
walaupun sebenarnya perkembangan yg sekarang CDI-pun bisa diset untuk mengatur kapan saatnya busi akan memercikkan bunga api.
Jika vespa kita memakai platina, maka setelan waktu pengapian yang bagus ini seringkali kita kenal juga dengan istilah poor & na.
Imho, gabungan ketiga hal di atas inilah yang akan menghasilkan pembakaran yang baik, pembakaran dengan efesiensi dan efektivitas yang maksimal, sehingga dengan sendirinya setiap liter bensin juga akan mencapai daya tempuh maksimalnya.
Mengenai oli samping memang tidak sy masukkan, karena sekalipun oli samping juga akhirnya terbakar, namun sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan “sistem pembakaran” itu sendiri.
1. Mengenai “bahan bakar yang bagus”.
Kita tahu bahwa dalam proses pembakaran membutuhkan campuran udara (oksigen) dengan bahan bakar (bensin).
Perbandingan yang ideal untuk keduanya, kata orang yang ngerti, adalah 14,7 : 1.
Campuran dengan komposisi semacam itu akan menghasilkan pembakaran yang sempurna, dan gas buangnya juga relatif bersih.
Komposisi campuran udara dan bensin tsb acapkali disebut dengan AFR (Air Fuel Ratio).
Nah, yang sulit adalah bagaiamana menyetting karburator supaya menghasilkan AFR 14,7.
Dan rupa2nya teknologi karburator emang sudah mentok;
mau disetting bagaimanapun juga tidak mungkin menghasilkan AFR yang selalu sempurna.
Karena itu maka kemudian berkembanglah sistem injeksi, di mana pencampuran bensin dan udara tidak lagi dilakukan di karburator, melainkan bensinnya disemprotkan ke dalam mesin; dan jumlah diatur secara elektronik untuk seakurat mungkin disesuaikan dengan kebutuhan.
Dengan sistem injeksi pembakaran yang dihasilkan memang lebih sempurna, bensin lebih hemat, gas buang semakin ramah lingkungan.
Karena itu tidak mengherankan bahwa untuk standar Euro 2, mesin sudah diharuskan memakai sistem injeksi.
Kita bisa melihat, mau disetting sebagus apapun, karburator tidak akan pernah menjadi sempurna.
Terlebih lagi jika settingan karburator dikerjakan ala kadarnya; bisa dibayangkan bagaimana hasilnya.
AFR-nya jauh ke mana-mana, hasil pembakaran sudah pasti tidak maksimal, dan bahan bakarpun sebagian terbuang sia-sia (karena ketidaktepatan AFR), sehingga Vespa kita menjadi semakin boros.
Pernah ada yang mengatakan seperti ini :
“Jika perbandingan udara dan bahan bakar tidak ideal (tidak dikendalikan) menjadikan bensin boros pada campuran yang terlalu banyak bensin. Selain itu, pembakaran tidak sempurna, akibatnya emisi gas buang berlebihan dan tenaga tidak optimal karena energi kinetis yang dihasilkan pun tidak maksimal. Kerusakan mesin pada jangka pendek maupun jangka panjang lebih cepat terjadi.”
Campuran terlalu kaya, bensin boros.
Campuran terlalu miskin (lean), tenaga juga tidak maksimal, jadi main gas besar, mesin panas, dan bensin juga boros.
Praktisnya, supaya Vespa kita agak tidak boros, dalam kaitan dengan gas bakar :
- Pelihara kebersihan karburator, termasuk kebersihan saringan udaranya.
- Paking dari karburator ke mesin jangan ada yang bocor, demikian pula seal setelan angin.
- Pakai spuyer standar.
Atau kalo kondisi mesin/karburator sudah tidak standar, diujicobakan memakai spuyer yang paling sesuai (dan otomatis mendekati AFR yang seharusnya dibutuhkan).
Di beberapa thread, sy baca bagaimana para senior sudah membagi-bagikan ilmu dunia per-spuyeran-ini.
- Setting setelan angin semaksimal yang kita bisa untu mendapatkan AFR yang seharusnya.
Caranya nyetting setelan angin kurang lebih sbb :
Mesin dalam kondisi tidak dingin, jadi bukan dalam kondisi baru dinyalakan pada pagi hari.
Setelan langsam (yg putarannya di atas karbu) diperbesar sampai agak besar.
Setelan angin diputar ke kanan poll sampai menutup, kemudian dibuka diputar ke kiri satu setengah putaran.
Mesin dihidupkan, setelan angin diputar ke kanan dan/atau ke kiri sampai mendapatkan suara termaknyus (ada yg menyebutnya dengan suara terbesar, ada juga yg menyebutnya dengan suara paling nyaring, atau melengking).
Posisi tsb adalah posisi ter-ideal, dan masih bisa ditambah ke kanan atau ke kiri sedikit sesuai dengan selera.
Setelah tercapai kondisi tsb, setelan langsam di kembalikan ke posisi semula.
Langsam distel sekecil mungkin sehingga waktu masuk gigi 1 tidak menyentak, tetapi sekaligus juga jangan terlalu kecil sehingga langsamnya jangan gampang mati.
Catatan : Untuk Berdiskusi lebih lanjut bisa mengunjungi VIO Forum di:
http://vespa-indonesia.web.id/index.php/topic,14586.0.html

Jumat, 03 Agustus 2012

Cara Memiliki SIM Internasional

Berkendara lintas negara adalah opsi yang cukup digandrungi para traveler saat ini. Tapi sebelum itu, Anda perlu mengantongi SIM Internasional yang berlaku di semua negara. Proses pembuatannya tidaklah sulit.
Secara regional, Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia memang berlaku juga di negara-negara Asia Tenggara. Tapi jika ingin berkendara di luar wilayah itu, Anda wajib mengantongi SIM Internasional atau International Driving Permit.
SIM Internasional diterbitkan dalam bentuk kartu dan buku seukuran paspor. Keduanya harus dibawa bersamaan saat Anda berkendara di luar negeri. SIM ini juga berlaku untuk mengatasi kesulitan sepanjang berkendara. Bahkan, di lebih dari 200 negara, Anda tak bisa menyewa mobil jika tak mengantongi SIM Internasional!
Sama seperti di Indonesia, SIM Internasional juga terbagi jadi 5 golongan. Yang paling banyak digunakan oleh para traveler adalah Golongan A (untuk sepeda motor) dan Golongan B (untuk mobil dengan maksimal 8 penumpang).
Membuat SIM Internasional tidaklah sulit, Anda hanya perlu mengumpulkan beberapa dokumen persyaratan. Mengutip situs TMC Polda Metro Jaya, Senin (16/4/20102) berikut 5 langkah membuat SIM Internasional:
1. Datang ke kantor Ditlantas Polda Metro Jaya
Ditlantas Polda Metro Jaya beralamat di Jl MT Haryono Kav 37-38, Jakarta. Anda mendaftar kepada petugas di Loket Pendaftaran SIM Internasional.
2. Memperlihatkan tanda pengenal
Di tempat ini, Anda harus menunjukan tanda pengenal Anda berupa KTP/KIT/KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap)/SIM nasional. Anda juga harus menunjukkan paspor asli yang masih berlaku, karena SIM Internasional dibuat dengan asumsi Anda akan berkendara di luar negeri.

3. Menyerahkan fotokopi tanda pengenal

Setelah menunjukkan dokumen asli, serahkan fotokopi KTP/KIT/KITAP/SIM nasional, paspor, serta melampirkan pas foto terbaru ukuran 4×6 sebanyak 3 lembar. Khusus staf kedutaan, Anda harus melampirkan surat rekomendasi dari kedutaan yang bersangkutan.
“Khusus pria, Anda harus mengenakan dasi dan khusus wanita harus menggunakan blazer. Keduanya harus berlatar belakang biru,” kata salah satu petugas Mabes Polri dalam perbincangan telepon dengan detikTravel, Selasa (17/4/2012).
4. Mengisi dan menandatangani formulir registrasi “Permohonan SIM Internasional”
Isilah selengkap-lengkapnya formulir permohonan SIM Internasional dengan data yang benar. Mengisi data palsu bisa menjadi masalah untuk Anda di kemudian hari.
5. Membayar biaya administrasi
SIM Internasional tidak gratis. Anda harus membayar Rp 250.000 untuk pembuatan SIM Internasional baru atau Rp 225.000 untuk SIM Internasional perpanjangan, ditambah lagi Rp 6.000 untuk materai.
Setelah itu, petugas akan memberikan buku SIM Internasional yang masih kosong. Buku tersebut lalu diberikan ke petugas di loket lain untuk diisi sesuai data Anda. Setelah dikonfirmasi pengejaan dan kebenaran data, SIM Internasional pun dicetak dan dilegalisasi.
SIM Internasional berlaku untuk 1 tahun. Jika tidak mengantre, proses pembuatan SIM Internasional bisa selesai dalam satu hari. Maksimal, pembuatan SIM ini memakan waktu dua hari kerja.
sumber : Sri Anindiati Nursastri – detikTravel

Panduan membeli Vespa tua

Banyak orang sekarang memburu Vespa tua, dikarenakan kebutuhan juga dikarenakan hobby. Itu membuat harganya Vespa tua menjadi tinggi, entah mau dijual lagi atau memang unuk dikoleksi. Itu menurut saya sah-sah saja selama segala prosedur yang dipakai disetujui oleh pedagang dan pembeli. Vespa tua sendiri di Jakarta masih banyak beredar, itu karena tumbuhnya komunitas-komunitas Vespa. Kita patut mengacungi jempol buat anak-anak muda yang menggandrungi Vespa, karena ditengah banjir motor Jepang, Vespa tua tetep setia berkeliaran di jalan tidak kalah dengan motor-motor Jepang tersebut. ( Dalam gmbr contoh Vespa tua keluaran tahun 1962 milik anggota VAC Jakarta ).
Bagi mereka yang masih awam tentang Vespa, disarankan untuk berhati-hati dalam membeli Vespa tua. Apalagi jika sudah melibatkan pihak ketiga, karena tidak sedikit yang tertipu. Makanya kita harus hati-hati dalam membeli Vespa tua, yang pasti harus diperhatikan adalah surat-surat, karena bagaimanapun juga selama kita mempunyai surat-surat tanda kepemilikan, berarti kita adalah pemegang hak yang sah atas kendaraan tersebut. Selanjutnya body, bisa diperhatikan dengan jelas, apakah body masih baik atau sudah bobrok, bagaimana kondisi cat ? apakah masih cat orisinil atau sudah berbeda dengan yang ada di surat-surat.
No mesin dan rangka, harap diperhatikan nomor mesin Vespa tua umumnya berada di bagian batangan mesin yang menghubungkan dengan baut sasis. Sementara itu nomor bodi Vespa tua umumnya berada di bagian bawah box kiri. Namun demikian ada beberapa jenis Vespa yang nomor bodinya berada di sebelah kanan dekat dengan mesin,  biasanya untuk jenis Vespa keluaran akhir 1960an keatas.
Sebaiknya dalam membeli Vespa tua, lebih baik ditemani oleh seseorang yang tahu betul tentang Vespa, apakah no mesin dan rangka sesuai dengan yang ada di surat-surat. Karena jika tidak sama, tentu kita akan kesulitan pada saat ingin memperpanjang STNK dan BPKB. Fungsi dan kekuatan mesin, bisa dicheck sebelum membeli dengan menyalakan mesin apakah terdengar suara berisik, apakah juga mesin masih enak pada saat kita coba test jalan, dan kelistrikan apakah masih berfungsi dengan baik. Dan, bagi orang yang gila versi klasik, aksesories adalah hal yang utama, hal-hal ini akan terus diperhatikan pada saat mereka akan membeli Vespa tua.
( Dalam gambar walau tua tetap terjaga dipakai touring oleh anggota VAC Jakarta ). Semakin tua sebuah vespa, akan semakin mahal harganya. Apalagi jika si empunya vespa masih menjaga keaslian dari kondisi vespa tersebut. Vespa tersebut tidak akan bisa dinilai dengan uang, karena ini menyangkut masalah hobbi. Vespa tua kini semakin dihargai, orang-orang akan memandang tinggi pada saat kita mengendarai vespa tua tersebut. Tapi berhatilah-hatilah, karena kawanan pencuri pun semakin tahu mana Vespa yang mahal mana yang tidak. Ini tidak bisa dipungkiri, setiap ada event Vespa pasti ada Vespa yang hilang. Baiklah kita lebih menjaga Vespa kita, ditempat umum maupun ditempat sendiri.
Di VAC Jakarta sendiri, anggota-anggota banyak yang mempunyai vespa tua keluaran tahun 1961, 1962 walaupun ada juga yang mempunyai Vespa Sprint, PX, PS, Exclusive. Tapi untuk masalah gengsi memang, Vespa tahun tua lebih menarik untuk dikendarai dan dikoleksi. Dan ini menjadi daya tarik bagi orang lain dalam melihat pada saat kami melakukan acara konvoy, touring ke luar kota dan acara di dalam kota sendiri. Marilah kita merawat dan menjagai Vespa tua kita jika kita mempunyai, jangan menjadi barang dagangan untuk para broker-broker yang menjual Vespa ke luar negeri.
Artikel by Ery ( VAC Jakarta : 0025 )

Sumber  : http://www.vacjakarta.org/?p=221#more-221

Oli Samping Apa Yang Bagus?

Kalau soal merk sih bisa apa saja, asal standar mutunya jelas, bertanggung jawab, dan minimal ada JASO FC, API TC, dan atau ISO L-EGC cukup bagus melindungi piston dan ringnya, dinding silinder, kruk as, dan bagian yg bergesekan lainnya namun mengakibatkan kerak yang cukup tipis dan asapnya jg lumayan tipis. dan yang terpenting jangan gonta ganti merk oli karena lapisan film dr oli sbelumya belum tentu menerima lapisan film dari merk oli yg baru. hehee
kalau mau yg lebih bagus lg yg standarnya JASO FD, API TD, dan atau ISO L-EGD namun harganya min 70rban. dan sebaiknya cukup yang semi syntethic atau synthetic blend saja, karena yg full synthethic aka 100% synthethic (100rb keatas) akan mengakibatkan ruang bakar kotor pd mesin 2 tak yang standar dan suhu mesinnya lebih adem dibandingkan mesin 2tak berperforma tinggi. namun dengan syarat produsen oli tsb tidak asal dalam pencantuman standar olinya.hehee
saya pernah baca di tabloid otomotif sekitar tahun 2004 atau 2005 bahwa hal diatas pernah diuji di tabloid tersebut. memang sih oli samping full synthethic ibarat kata lapisan filmnya ibarat jala yg rapat dan tahan sobek menutupi permukaan logam yg bergesekan namun sisa pembakarannya akan tebal pd mesin yang tidak berperforma tinggi karena oli tsb akan mulai terbakar (baru akan lho) diatas suhu 270 derajat celcius sedangkan oli semi synthethic aka synthethic blend baru terbakar pd suhu diatas 70 derajat celcius.
nahh kebayang kan kalo vespa kita msh standar tp coba2 pk yg full Synthethic.
selain tu faktor yang gak kalah penting adalah keberadaan additif yg bernama “DILUENT” yg kerjanya sebagai penggabung bensin dan oli agar tercampur sempura tanpa diaduk. yah mirip2 kayak sabun yang mampu menyatukan air dngn minyak. hehee
keberadaan ni zat mudah diketahuinya, caranya isi botol bening dengan bensin secukupnya lalu tuangkan oli samping kedalamnya dengan perbandingan 2-2,5% atau 20-25 ml oli samping tiap liternya. perhatikan dengan seksama proses kelarutan oli sampingnya, jika amat cepat larut tanpa dikocok berarti produk tsb pasti ada diluentnya.
namun pd produk oli racing alias for competition use only (200rb keatas per liternya), rata2 mengandung “Castor Oil (bukan Castrol)” alias minyak jarak seperti merk Castrol A747, shell Racing,Blandzald Gold, dan seabrek oli racing lainnya. oli racing sulit tercampur sempurna dengan bensin sehingga wajib dikocok dan seusai balap sema jeroan baik blok silinder hingga crancaseyang terlumasi oli itu hrs dibersihkan karena castor oil bakal berkerak keras atau lengket bagai gum (seperti permen karet).
namun hal nomor satu yg wajib diingat adalah semua uang yang kita belanjakan akan melayang sia-sia jika ternyata oli yg kita beli ternyata palsu.dan bahaya kerusakan mesin akan mengintai. heheee
moga bs membantu.
Sumber Artikel: http://vespa-indonesia.com
Foto: http://stephenlangitan.com

Senin, 30 Juli 2012

PERAWATAN RINGAN & RUTIN PADA VESPA


Pada umumnya sebagian banyak orang berpendapat bahwasannya Vespa terkenal dengan mogoknya. Tapi mogoknya Vespa masih mending dibanding dengan motor lainnya karena masih tetap ada brotherhood yang ikhlas untuk menolong, itu yang patut diacungi jempol. Mereka tidak pandang bulu, aliran, tua, muda yang penting Vespa.
Untuk itu dan menjadi kewajiban untuk mengatasi agar Vespa yang kita bawa lancar & tidak ada masalah alangkah baiknya merawat kendaraan yang kita cintai ini. Baik tool dan sparepart yang consumable (yang sering diganti). Tools untuk dibawa hanya yang diperlukan saja,begitu juga spare part consumable.
Beberapa hal mengenai perawatan Vespa secara rutin sangatlah di perlukan untuk menjaga kesetabilan dan kesempurnaan dari kendaraan yang kita pergunakan sehari hari. Adapun perawatan ringan itu meliputi :

1. Perawatan Pada Bagian Ruang Bakar
Kerak hasil pembakaran yang menempel pada kepala piston, kepala Silinder secara periodik haruslah dilakukan pembersihan (tidak terlalu sering) disesuaikan dengan jangka waktu tempuh atau lamanya pemakaian. Kerak yang menempel pada bagian ini dapat mengurangi kesempurnaan dari mesin itu sendiri seperti susah di starter, busi cepat kotor dll.

2. Busi
Fungsi dari busi adalah menahasilkan bunga api diantara celah kedua elektroda busi. Beberapa factor yang menyebabkan bunga api lemah / berwarna merah atau tidak terjadi loncatan bunga api bisa disebabkan busi kotor akibat kerak hasil pembakaran atau bagian system pengapian pada motor lemah.
Bisa di lihat pada pembahasan KONDISI BUSI & PERAWATAN

3. Karburator
Pada mesin Konvensional karburator memegang peranan penting. Fungsi karburator adalah untuk menghasilkan campuran bensin dan udara hingga berupa kabut, dengan maksud agar bahan bakar mudah dinyalakan oleh busi. Perbandingan campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan keperluan pada berbagai keadaan kerja mesin.
Bersihkan saringan udara pada karburator dengan menggunakan minyak tanah / bensin dan semprot dengan kompresor untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada saringan udara. Saringan udara yang kotor akan menghambat aliran udara yang berpengaruh kepada pemakaian bahan bakar menjadi boros.
Komponen-komponen utama karburator perlu diperhatikan, saluran-saluran bensin dan saluran udara harus bersih dari kotoran sekecil apapun. Cucilah bagian-bagian karburator dengan menggunakan bensin dan tiup saluran-saluran bensin dan udara. Jangan sekali-kali membersihkan lubang jet dengan kawat atau alat lain yang akan merusak.
Pemasangan karburator harus diperhatikan kekencangan dari baut karena akan mengakibatkan kebocoran bensin, terutama pada tutup pelampung.

4. Membersihkan Keran Bensin
Perlu diperhatikan saat membuka tangki bensin, karena ada type yang mempunyai sistem pencampuran oli secara otomatis, maka terdapat 2 tangki yaitu tangki bensin dan tangki oli. Gunakan kunci kran bensin dan lepaskan bagian-bagian keran bensin.

Cuci dan bersihkan tangki dengan bensin agar kotoran terbuang, untuk saluran keran bensin rendam dengan bensin dan bersihkan.

Apabila anda seorang vespamania tentulah sering melakukan perawatan ringan ini secara rutin
Semoga bermanfaat
Sumber : http://www.vespamaker.co.cc/2012/07/perawatan-ringan-rutin-pada-vespa.html